Gelombang ke-57 Operasi Janji Sejati IV Didedikasikan untuk Syahid Bayi Tiga Hari, Mojtaba
IRGC Iran meluncurkan gelombang ke-57 Operasi Janji Sejati IV, didedikasikan untuk syahid bayi Mojtaba yang berusia tiga hari, serta memperingatkan akan pembalasan atas pembunuhannya.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM – Kantor Hubungan Masyarakat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan peluncuran gelombang ke-57 Operasi Janji Sejati IV.
Operasi ini dilaksanakan dengan sandi suci “Ya Sayyid al-Sajidin (as)” dan didedikasikan untuk syahid termuda dalam Perang Ramadhan, Mojtaba yang berusia tiga hari, yang gugur syahid dalam pelukan ibunya bersama anggota keluarganya.
Serangan tersebut menargetkan sasaran di jantung wilayah pendudukan, termasuk infrastruktur komunikasi komando dan kendali serta sistem pertahanan rudal.
Operasi ini menggunakan sistem presisi dan serangan titik, termasuk rudal Kheibar-Shekan, Emad, dan Qadr, serta serangan terhadap pangkalan Al-Udeid, tempat pasukan teroris Amerika ditempatkan. Senjata lain yang digunakan meliputi rudal presisi jarak menengah berbahan bakar padat dan cair seperti Zolfaghar dan Qiam, serta drone cerdas dan penghancur.
Operasi ini berhasil dilaksanakan pada malam ke-27 bulan suci Ramadhan, dengan pertolongan Ilahi.
Peringatan IRGC tentang Pembalasan
Sebelumnya, menyusul kesyahidan Mojtaba yang berusia tiga hari dalam apa yang disebut sebagai Perang Ramadhan, IRGC mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan ini akan menghadapi pembalasan.
Menurut IRGC, darah bayi syahid yang tertumpah secara zalim ini akan semakin memperkuat tekad Iran dalam menghadapi agresi Amerika dan Zionis.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa mereka yang memerintahkan, melaksanakan, atau mendukung kejahatan ini harus menunggu pembalasan atas darah Mojtaba yang tertindas.
Pernyataan IRGC
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
“Karena dosa apakah ia dibunuh?”Para algojo brutal pembunuh anak dari tentara Amerika dan rezim Zionis pada dini hari ini melancarkan serangan biadab terhadap sebuah rumah di pedesaan dekat kota Arak, yang menyebabkan gugurnya seorang bayi berusia tiga hari dalam pelukan hangat ibunya yang juga syahid, bersama saudara perempuannya yang berusia dua tahun dan neneknya.
Dalam pertempuran bersejarah ini, syahid Mojtaba yang berusia tiga hari memperoleh kehormatan sebagai prajurit dan syahid termuda dalam Perang Ramadhan di tengah agresi serigala-serigala Amerika dan Zionis.
Kesyahidan bayi ini menjadi satu lagi bukti yang menyingkap kebiadaban dan sifat pembunuh anak dari rezim Zionis dan Amerika Serikat, menyusul serangan mereka terhadap sekolah dan pusat medis.
Diam dan tidak bertindaknya lembaga-lembaga hukum internasional, para penguasa regional dan global, serta pihak-pihak yang mengklaim membela hak asasi manusia terhadap kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis, telah mendorong kedua rezim jahat ini untuk semakin memperluas kebrutalan dan aksi genosida mereka.
Namun demikian, darah yang tertumpah secara zalim dari Mojtaba yang berusia tiga hari hanya akan semakin memperkuat tekad kami dalam perjuangan melawan para penjahat Amerika dan Zionis yang hina.
Mereka yang memerintahkan, melaksanakan, dan mendukung kejahatan ini harus menunggu pembalasan atas darah Mojtaba yang tertindas.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) (FG)



