Gelombang ke-64 Janji Sejati IV: IRGC Hantam Bandara Ben Gurion dan Kilang Haifa
Iran memasuki fase baru konfrontasi ketika serangan rudal presisi menghantam aset-aset kunci Israel dan AS, menandai eskalasi berkelanjutan terhadap agresi.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan peluncuran Gelombang ke-64 dari Operasi Janji Sejati IV pada Kamis dini hari, dengan menargetkan berbagai lokasi strategis di seluruh wilayah Palestina yang diduduki.
Menurut pernyataan resmi dari Kantor Hubungan Masyarakat IRGC, operasi tersebut menghantam lokasi-lokasi penting di wilayah tengah dan utara entitas Zionis, termasuk Bandara Ben Gurion — yang disebut sebagai pusat utama perakitan tempur, koordinasi operasional, dan dukungan logistik — serta infrastruktur pasokan bahan bakar yang vital.
Serangan tambahan juga menargetkan wilayah Haifa, tempat konsentrasi pasukan Israel, serta kilang-kilang minyak utama dan lokasi di Rishon LeZion, yang semakin memperluas cakupan operasi balasan Iran.
IRGC menegaskan bahwa berbagai sistem rudal canggih telah digunakan dalam operasi ini, termasuk Ghadr, Emad, Kheibar Shekan, serta sembilan rudal Khorramshahr multi-hulu ledak, yang menunjukkan kedalaman dan presisi serangan.
Armada ke-5 AS Kembali Jadi Target Saat Konflik Meluas
Dalam eskalasi signifikan, IRGC juga mengonfirmasi bahwa Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat kembali menjadi sasaran, dengan menggunakan sistem rudal jarak menengah berbahan bakar cair dan padat.
Penargetan berkelanjutan terhadap aset militer AS ini menunjukkan kesiapan Iran untuk menghadapi tidak hanya rezim Zionis, tetapi juga pendukung utamanya, seiring konflik memasuki fase yang lebih luas dan kompleks.
IRGC menegaskan bahwa operasi ini masih berlangsung dan sejauh ini telah dilaksanakan dengan sukses, menandakan kemungkinan perkembangan lanjutan dalam beberapa jam ke depan.
Fase Baru Perang Setelah Serangan terhadap Infrastruktur Energi Iran
IRGC menyatakan bahwa gelombang saat ini merupakan bagian dari respons yang lebih luas terhadap agresi gabungan AS-Israel terhadap Iran, khususnya setelah serangan terhadap infrastruktur energi negara tersebut.
Jutaan pemukim Israel dilaporkan terpaksa berlindung di tempat perlindungan sejak gelombang serangan Iran sebelumnya, mencerminkan meningkatnya tekanan pada front internal rezim tersebut.
Operasi ini didedikasikan untuk para pemimpin Revolusi Islam, para syuhada Pertahanan Suci, para pembela tempat-tempat suci, serta seluruh syuhada dalam agresi yang sedang berlangsung terhadap Iran, yang menegaskan dimensi ideologis dan nasional dari respons ini.
Gelombang ke-63 Menjadi Titik Balik Menuju Balasan Strategis
Sehari sebelumnya, pada 18 Maret, IRGC mengumumkan peluncuran Gelombang ke-63 dari Operasi Janji Sejati IV, yang terutama menargetkan fasilitas minyak yang terkait dengan kepentingan Amerika Serikat di kawasan.
Operasi tersebut didedikasikan untuk syahid Menteri Intelijen Esmail Khatib serta para syuhada komunitas intelijen Iran, menandai eskalasi yang menentukan.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut Gelombang ke-63 sebagai “titik balik” dalam jalannya perang. Meskipun sebelumnya Iran berupaya untuk tidak memperluas konfrontasi ke sektor energi atau merugikan ekonomi negara-negara tetangga, agresi berkelanjutan terhadap infrastrukturnya memaksa Teheran memasuki fase baru pembalasan.
Pasukan Iran merespons dengan cepat, membakar sejumlah instalasi minyak yang melayani kepentingan AS, dalam apa yang digambarkan sebagai respons proporsional namun kuat untuk memberikan kerusakan signifikan pada aset musuh.
Peringatan Eskalasi Menuju “Penghancuran Total”
IRGC menutup pernyataannya dengan peringatan langsung kepada pasukan AS dan Israel: setiap serangan lanjutan terhadap infrastruktur energi Iran akan memicu balasan yang jauh lebih keras.
Respons tersebut, tegas IRGC, akan meluas ke seluruh target yang berafiliasi hingga mencapai “penghancuran total”.
Dengan gelombang serangan yang terus meningkat dalam skala dan cakupan, Operasi True Promise IV kini secara cepat mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan — menandakan bahwa Iran siap mempertahankan dan meningkatkan responsnya hingga agresi benar-benar dihentikan. (FG)


