Gelombang Protes Nasional Landa Australia, Tolak Kunjungan Presiden Israel
Aksi protes pecah di Sydney, Melbourne, Canberra, dan Brisbane, mencerminkan penolakan terhadap kunjungan tersebut serta kemarahan atas hubungan Australia dengan pendudukan Israel
Australia | FAKTAGLOBAL.COM — Gelombang protes besar melanda Australia pada hari Senin menyusul kunjungan resmi Isaac Herzog, dengan ribuan demonstran turun ke jalan di berbagai kota untuk mengecam kehadiran sosok yang mereka tuduh terlibat dalam kejahatan terhadap rakyat Palestina.
Aksi demonstrasi dilaporkan berlangsung di Sydney, Melbourne, Canberra, dan Brisbane, mencerminkan penolakan nasional yang terkoordinasi terhadap kunjungan tersebut serta meningkatnya kemarahan publik atas keterlibatan berkelanjutan Australia dengan pendudukan Israel.
Sydney: Kehadiran Besar-besaran Polisi dan Ketegangan yang Meningkat
Di Sydney, massa besar berkumpul di Town Hall sambil mengibarkan bendera Palestina, membawa poster-poster protes, dan meneriakkan slogan-slogan yang diiringi tabuhan drum. Polisi dikerahkan dalam jumlah besar sepanjang aksi berlangsung.
Ketegangan sempat meningkat ketika aparat menghentikan dan menggeledah seorang demonstran yang mengenakan pakaian serba hitam, memicu teriakan “ini bukan negara polisi” dari massa. Individu tersebut kemudian dilepaskan tanpa penjelasan.
Barikade polisi yang dipasang di sekitar Town Hall untuk membatasi akses memicu teriakan “biarkan mereka masuk” dari para demonstran. Di lokasi lain di kota, para pengunjuk rasa memblokir Bathurst Street, menyempitkan lalu lintas menjadi satu jalur dan menyulitkan kendaraan yang hendak meninggalkan kawasan tersebut.
Sebuah ambulans terlihat berada di lokasi ketika otoritas berupaya mengendalikan kemacetan di sekitar jalur kereta ringan.
Teriakan yang menyerukan penangkapan presiden “Israel” terdengar saat aksi berlanjut hingga sore hari.
Di Canberra, sekitar 500 demonstran berkumpul di Garema Place, sementara di Melbourne, ratusan orang memadati persimpangan di luar Stasiun Flinders Street, banyak di antaranya membawa bendera Palestina dan poster yang mengecam kejahatan Israel di Gaza.
Aksi-aksi yang lebih kecil namun vokal juga dilaporkan terjadi di Brisbane, menegaskan luasnya penolakan di seluruh negeri.
Latar Belakang Kunjungan Herzog
Kunjungan Herzog berlangsung setelah serangan 14 Desember di Bondi Beach dan dilakukan atas undangan gubernur jenderal dan perdana menteri Australia. Ia diundang untuk bergabung dengan komunitas Yahudi dalam berkabung atas para korban serangan tersebut, yang terjadi dalam acara Chanukah by the Sea, sebuah peringatan awal perayaan Yahudi.
Sedikitnya 15 orang tewas dan 42 lainnya terluka, termasuk dua petugas polisi. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut insiden tersebut sebagai “mengejutkan dan menyedihkan,” seraya menegaskan bahwa “tidak ada tempat bagi kebencian, kekerasan, dan terorisme di negara kita.”
Meski beberapa pembicara dalam aksi protes menyampaikan simpati kepada para korban serangan Bondi, para demonstran secara luas menolak kehadiran Herzog, dengan menegaskan bahwa seorang pejabat tinggi pendudukan Israel tidak dapat secara kredibel melambangkan persatuan atau rekonsiliasi.
Tantangan Hukum dan Tuntutan Pertanggungjawaban
Sebuah koalisi yang terdiri dari Australian National Imams Council, Hind Rajab Foundation, dan Jewish Council of Australia secara bersama-sama mengajukan pengaduan resmi kepada Jaksa Agung, Menteri Dalam Negeri, dan Kepolisian Federal Australia.
Pengaduan tersebut mendesak otoritas Australia untuk menolak pemberian visa kepada Herzog serta membuka penyelidikan pidana berdasarkan hukum Australia, dengan merujuk pada pernyataan-pernyataan publik yang dikaitkan dengannya dan dinilai sebagai hasutan kekerasan serta dehumanisasi terhadap rakyat Palestina.
Kelompok-kelompok tersebut menegaskan bahwa mengizinkan Herzog masuk ke Australia akan menempatkan negara itu dalam pelanggaran terhadap kewajiban hukum internasional dan domestik, terutama di tengah semakin kuatnya bukti kejahatan perang di Gaza.
Preseden dan Pengawasan yang Meningkat
Tahun lalu, Australia menolak masuknya Simcha Rothman, seorang politisi Israel sayap kanan ekstrem yang secara terbuka menyerukan pembersihan etnis terhadap rakyat Palestina dan menyebut anak-anak di Gaza sebagai “musuh.” Para demonstran menjadikan keputusan ini sebagai bukti bahwa penolakan terhadap Herzog bersifat sah secara hukum dan konsisten.
Gaza: Kejahatan Berkelanjutan Picu Kemarahan Global
Aksi-aksi protes ini berlangsung di tengah kemarahan global yang terus meningkat atas kejahatan Israel di Gaza. Sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober tahun lalu, otoritas Palestina mendokumentasikan ratusan pelanggaran, termasuk penembakan, pemboman, dan serangan terhadap infrastruktur sipil, yang mengakibatkan sedikitnya 580 kematian dan lebih dari 1.500 luka-luka.
Sejak 7 Oktober 2023, pendudukan Israel telah membunuh lebih dari 72.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 lainnya, mayoritas di antaranya perempuan dan anak-anak, dengan jenazah yang masih terus ditemukan dari wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak dapat diakses akibat kehancuran. (FG)


