Ghalibaf dan Araghchi Bertolak ke Muscat, Bahas Pengaturan Selat Hormuz
Kedua pejabat Iran dijadwalkan bertemu Sultan Oman guna membahas kerja sama bilateral serta mekanisme menjaga stabilitas dan keamanan di Selat Hormuz.
IRAN, FAKTAGLOBAL.COM – Ketua tim perunding Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi tiba di Oman pada Senin untuk melakukan pembicaraan yang berfokus pada kerja sama bilateral dan pengelolaan masa depan Selat Hormuz.
Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, delegasi tersebut dijadwalkan bertemu dengan Sultan Oman guna membahas langkah-langkah memperkuat kerja sama antara kedua negara serta memajukan upaya menjaga stabilitas di salah satu jalur perairan paling strategis di dunia.
Kunjungan tersebut berlangsung tidak lama setelah berakhirnya perundingan antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran di Swiss pada Senin.
Dalam langkah diplomatik paralel, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan tiba di Pakistan pada Selasa. Kunjungan itu bertujuan menyampaikan apresiasi Teheran atas peran Islamabad dalam memfasilitasi upaya mediasi dengan Washington, sekaligus menjajaki peluang perluasan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara tetangga.
Pezeshkian: Musuh Gagal Melumpuhkan Iran
Berbicara dalam peringatan Hari Nasional Serikat Pedagang dan Asosiasi Profesi Iran, Presiden Pezeshkian mengatakan bahwa kekuatan-kekuatan yang memusuhi Iran meyakini Republik Islam akan runtuh hanya dalam beberapa hari, namun mereka salah menilai kekuatan masyarakat Iran.
Ia menyatakan bahwa para pedagang, pelaku usaha, dan jaringan bazar memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas nasional selama konflik terakhir, memastikan pasar tetap berfungsi dan mencegah terjadinya kelangkaan maupun gejolak sosial.
“Musuh mengira Iran akan runtuh dalam tiga hari,” kata Pezeshkian.
Menurutnya, perhitungan tersebut mengabaikan struktur sosial dan ekonomi Iran yang telah lama menjadi penopang negara dalam berbagai periode tekanan dan konfrontasi.
Negosiasi Dilakukan dari Posisi Kuat
Presiden Iran menegaskan bahwa Teheran menjalankan proses negosiasi dengan “martabat dan kekuatan” dalam kerangka yang telah ditetapkan oleh Ayatullah Khamenei.
Ia menekankan bahwa Iran tidak akan mundur dari hak-haknya yang sah dan akan menolak setiap upaya untuk memaksakan syarat-syarat yang bertentangan dengan kepentingan nasional negara tersebut.
Pezeshkian juga memuji tim perunding Iran dan mengatakan sikap teguh mereka berkontribusi terhadap mundurnya pihak lawan dalam perkembangan terkait Lebanon serta membantu mengakhiri kekerasan yang terus berlanjut terhadap rakyat Lebanon.
Menurutnya, kemajuan diplomatik yang dicapai baru-baru ini mencerminkan persatuan nasional yang luas dan membuka peluang baru bagi perdagangan, investasi, serta kerja sama ekonomi.
Konsensus Keamanan dan Diplomasi Regional
Pezeshkian mengungkapkan bahwa jalur negosiasi yang sedang berlangsung memperoleh persetujuan bulat dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Ia menyebut konsensus tersebut sebagai bukti kuat adanya kesatuan nasional dalam memajukan diplomasi sekaligus menjaga martabat dan kepentingan negara.
Ia juga kembali menyatakan dukungan kepada angkatan bersenjata Iran serta memuji peran mereka dalam mempertahankan negara. Menurutnya, upaya diplomatik harus dibangun di atas capaian yang telah diraih di lapangan.
Mengenai hubungan regional, Pezeshkian mengatakan Iran tetap berkomitmen memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga sambil tetap waspada terhadap upaya pihak luar yang berusaha menciptakan perpecahan dan ketidakstabilan di kawasan.
Ia memperingatkan bahwa kekuatan asing telah lama berupaya memecah belah negara-negara regional dan menegaskan pentingnya kerja sama serta kewaspadaan bersama agar strategi tersebut tidak berhasil.


