Ghalibaf: Kami Akan Sepenuhnya Membela Negara
Ghalibaf tegaskan komitmen tanpa kompromi untuk mempertahankan Iran ketika negara itu bersiap menghormati para komandan dan syuhada yang gugur dalam perang yang dipaksakan AS dan Zionis
Iran, FAKTAGLOBAL.COM – Ketua Majelis Permusyawaratan Islam, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa Iran tidak akan pernah menunjukkan sedikit pun kelalaian dalam membela negara, ketika negeri itu bersiap menggelar prosesi pemakaman besar bagi para komandan dan warga yang gugur syahid dalam perang yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan Zionis.
Dalam sebuah pesan yang disampaikan menjelang upacara pemakaman yang dijadwalkan pada Rabu, 11 Maret, di Teheran, Ghalibaf menegaskan bahwa kepemimpinan Iran dan lembaga-lembaga negara tetap sepenuhnya berkomitmen untuk melindungi negara dan menghadapi agresi.
Ia menekankan bahwa melayani rakyat Iran dan memotong tangan para agresor merupakan kewajiban paling minimal yang harus ditunaikan kepada bangsa ini atas kehadiran teguh dan dukungan historis mereka.
Pemakaman Komandan Senior dan Para Syuhada
Upacara tersebut akan memperingati sejumlah komandan militer terkemuka dan warga yang gugur syahid selama agresi terbaru, termasuk:
Letnan Jenderal Syahid Seyyed Abdolrahim Mousavi
Letnan Jenderal Syahid Mohammad Pakpour
Laksamana Syahid Ali Shamkhani
Mayor Jenderal Syahid Aziz Nasirzadeh
Mayor Jenderal Komandan Basij Syahid Mohammad Shirazi
Menurut Ghalibaf, para komandan ini mengabdikan seluruh hidup mereka untuk membela Iran dan menghadapi berbagai kekuatan permusuhan, mulai dari rezim Ba’ath di masa lalu hingga kelompok teroris, para pengkhianat, gerakan takfiri, rezim Zionis, dan apa yang ia sebut sebagai “Amerika Serikat yang kriminal.”
Ia mengatakan bahwa kesyahidan merupakan puncak alami dari perjuangan panjang mereka melawan agresi dan dominasi.
Perlawanan Iran terhadap Agresi
Ghalibaf menyatakan bahwa “anak-anak perang dan medan tempur” selalu mendefinisikan misi mereka sebagai memotong secara permanen tangan penindasan dan agresi dari tanah, identitas, dan kedaulatan Iran.
Ia menggambarkan para syuhada sebagai pembela Republik Islam yang berdiri teguh menghadapi ambisi kekuatan-kekuatan bermusuhan yang berusaha mendominasi kawasan dan meruntuhkan kemerdekaan Iran.
“Tangan para agresor yang bermimpi melahap Iran harus dipotong,” katanya, merujuk pada pernyataan para pemimpin Iran yang telah syahid yang memperingatkan terhadap dominasi asing.
Kesetiaan Bersejarah Bangsa Iran
Ketua parlemen tersebut memuji rakyat Iran atas kehadiran mereka yang terus-menerus di jalan-jalan sejak dimulainya perang yang dipaksakan oleh Amerika dan Zionis, yang ia gambarkan sebagai baiat bersejarah kepada Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyed Mojtaba Khamenei.
Ia mencatat bahwa serangan berulang dari kekuatan-kekuatan bermusuhan telah gagal melemahkan tekad bangsa Iran.
Menurut Ghalibaf, jutaan rakyat Iran akan mengiringi para syuhada sambil meneriakkan nama Imam Ali dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap perlawanan.
Ia menambahkan bahwa doa Imam Mahdi, yang disebut sebagai pelindung bangsa, akan menjaga rakyat Iran.
“Tidak Ada Keraguan dalam Membela Iran”
Dalam pesannya, Ghalibaf menutup dengan menegaskan kembali bahwa pemerintah dan parlemen Iran akan terus melayani bangsa tanpa lelah.
“Melayani rakyat siang dan malam serta memotong tangan para agresor yang bermimpi menelan Iran adalah hal paling minimal yang dapat kami lakukan sebagai ungkapan terima kasih atas kehadiran yang penuh kesadaran ini,” katanya.
“Kami tidak akan menunjukkan sedikit pun penundaan atau kelalaian dalam mencapai tujuan ini.”
Ia menutup pesannya dengan sebuah ayat Al-Qur’an:
“Dan (Allah menjanjikan) karunia lain yang kamu cintai: pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat. Maka sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang beriman.” (FG)


