Hamas: 87 Perempuan Palestina Berada dalam Kondisi Memilukan di Penjara Israel
Perempuan hamil, anak di bawah umur, dan tahanan yang sakit mengalami penyiksaan, pengabaian medis, penggeledahan yang merendahkan martabat, serta penahanan tanpa dakwaan dalam kondisi yang merupakan
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM — Hamas menyatakan bahwa 87 perempuan Palestina, termasuk perempuan hamil, anak di bawah umur, dan tahanan yang sakit, ditahan dalam kondisi yang keras dan tidak manusiawi di penjara-penjara Israel, di mana mereka mengalami penyiksaan, isolasi, pengabaian medis yang disengaja, serta pelanggaran berulang terhadap hak-hak dasar mereka.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, Hamas mengatakan bahwa eskalasi pelanggaran terhadap tahanan perempuan Palestina merupakan kejahatan perang menurut hukum internasional dan merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Konvensi Jenewa Keempat serta berbagai standar hukum internasional lainnya.
Gerakan tersebut menyatakan bahwa para tahanan perempuan itu tidak mendapatkan perawatan medis yang memadai, nutrisi yang layak, dan pengobatan yang diperlukan. Mereka juga terus-menerus menghadapi penggerebekan sel, penggeledahan telanjang yang menghina, serta penahanan administratif tanpa dakwaan resmi.
Hamas menyatakan bahwa perlakuan terhadap para tahanan tersebut memperlihatkan apa yang disebutnya sebagai “wajah fasis” pemerintah Israel dan penggunaan penjara sebagai alat untuk menindas serta mematahkan kehendak rakyat Palestina.
Pernyataan itu juga mengecam penahanan perempuan Palestina hanya karena pendapat mereka dan unggahan mereka di media sosial, yang disebut sebagai bagian dari kampanye teror terorganisir yang semakin meningkat yang dijalankan oleh pemerintahan Benjamin Netanyahu.
Kelompok HAM Laporkan Kondisi yang Merendahkan Martabat
Kantor Informasi Tahanan melaporkan bahwa para tahanan perempuan tidak diberikan pakaian yang memadai maupun kebutuhan ibadah, termasuk jilbab dan mukena yang cukup, sehingga sebagian dari mereka terpaksa berbagi penutup kepala dalam kondisi yang sangat merendahkan martabat.
Lembaga tersebut menyatakan bahwa para tahanan menghadapi kekurangan parah pakaian dan perlengkapan dasar. Akses harian ke halaman penjara dibatasi hanya satu jam dan harus digunakan sekaligus untuk mandi, mencuci pakaian, dan menghirup udara segar. Bahkan, beberapa sel tidak diizinkan keluar ke halaman selama beberapa hari berturut-turut dan hanya diberi waktu beberapa menit untuk membersihkan diri.
Penggerebekan penjara baru-baru ini juga mencakup penggeledahan yang sangat menghina, di mana para tahanan dipaksa tengkurap di halaman penjara sambil dihina secara verbal, meninggalkan dampak fisik maupun psikologis.
Seruan untuk Tindakan Internasional Segera
Hamas menyerukan kepada United Nations, organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan internasional, serta International Committee of the Red Cross untuk segera mendokumentasikan pelanggaran-pelanggaran tersebut, menekan pembebasan seluruh tahanan perempuan Palestina tanpa penundaan, dan meminta pertanggungjawaban para pemimpin Israel atas kejahatan yang terus berlangsung terhadap rakyat Palestina.
Gerakan tersebut menegaskan bahwa penderitaan perempuan Palestina di penjara-penjara Israel mencerminkan kampanye penindasan yang lebih luas terhadap bangsa Palestina, serta mendesak komunitas internasional untuk memastikan bahwa para tahanan memperoleh hak-hak kemanusiaan dan hak-hak keagamaan mereka secara bermartabat dan penuh penghormatan. (FG)


