Hamas: Penangkapan Istri Syahid Yahya Ayyash Kebodohan Baru Israel, Palestina Tetap Teguh
Zahir Jabareen mengecam penahanan Israel terhadap Umm al-Baraa sebagai provokasi ceroboh yang justru akan memicu perlawanan di Tepi Barat yang diduduki
Palestina | FAKTAGLOBAL.COM — Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengecam penangkapan yang dilakukan oleh pendudukan Israel terhadap istri pemimpin perlawanan yang telah gugur, Yahya Ayyash, dan menggambarkan langkah tersebut sebagai tindakan ceroboh yang tidak akan mampu melemahkan keteguhan rakyat Palestina, melainkan justru akan meningkatkan perlawanan terhadap pendudukan.
Zahir Jabareen, kepala Hamas di Tepi Barat yang diduduki, mengatakan bahwa sikap tentara Israel yang secara terbuka membanggakan penahanan Umm al-Baraa, janda dari komandan dan insinyur martir Yahya Ayyash, merupakan kebodohan baru yang dipimpin oleh tokoh-tokoh ekstremis Israel dan gerombolan yang bersekutu dengan mereka.
Hamas: Penangkapan Ini Tidak Akan Mematahkan Perempuan Palestina
Dalam pernyataan pers yang dikeluarkan pada hari Senin, Jabareen menegaskan bahwa praktik semacam ini tidak akan melemahkan keteguhan Umm al-Baraa, dan juga tidak akan memengaruhi warisan Yahya Ayyash, yang menurutnya telah menghinakan pendudukan melalui operasi-operasi perlawanan heroik dan menghancurkan citranya di hadapan dunia.
Ia menekankan bahwa penangkapan berkelanjutan terhadap perempuan Palestina oleh Israel—terutama istri dan ibu para syuhada serta tahanan—pasti akan memicu kemarahan dan reaksi balasan dari para pemuda Intifada dan pejuang perlawanan di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Peringatan Akan Eskalasi Perlawanan
Jabareen memperingatkan bahwa kampanye pendudukan yang terus berlangsung terhadap perempuan Palestina akan berbalik menjadi bumerang dan memicu konfrontasi baru dengan pasukan Israel dan para pemukim.
Ia menegaskan bahwa kehendak rakyat Palestina tidak dapat dipatahkan oleh keangkuhan pendudukan maupun kebrutalan agresinya yang terus meningkat, seraya menambahkan bahwa kejahatan-kejahatan semacam ini hanya akan menjadi bahan bakar tambahan bagi kelanjutan operasi perlawanan heroik dan perluasan konfrontasi dengan pendudukan di seluruh medan.
Rincian Penangkapan di Nablus
Pasukan pendudukan Israel menangkap Hiyam Ayyash, yang dikenal sebagai Umm al-Baraa, pada waktu fajar hari Jumat setelah menggerebek rumahnya di kawasan pegunungan utara Nablus, di Tepi Barat yang diduduki.
Setelah penangkapan tersebut, pasukan Israel memasang sebuah tanda di pintu masuk rumah Ayyash yang menyatakan bahwa Umm al-Baraa ditahan dengan tuduhan “hasutan melalui internet.” Tanda itu disertai dengan gambar unggahan media sosial yang dikaitkan dengannya di Facebook, yang dipublikasikan pada peringatan kesyahidan suaminya.
Perlawanan Palestina Menolak Intimidasi
Para pejabat Hamas menegaskan bahwa tindakan-tindakan tersebut mencerminkan kebijakan pendudukan berupa intimidasi dan hukuman kolektif, serta menekankan bahwa penargetan terhadap keluarga para syuhada tidak akan menghapus warisan mereka dan tidak akan menghalangi rakyat Palestina dari perlawanan terhadap pendudukan dan penindasan.
Jabareen menutup dengan menegaskan bahwa setiap tindakan penindasan yang dilakukan oleh pendudukan hanya akan semakin memperdalam tekad rakyat Palestina untuk terus menempuh jalan perlawanan hingga pembebasan. (FG)





