Hamas: Pernyataan Katz Bongkar Agenda Berkelanjutan Israel untuk Usir Warga Gaza
Pernyataan Katz tentang Pengusiran Penduduk Gaza Menegaskan bahwa Khayalan Mencabut Rakyat Kami dari Tanah Airnya Masih Menghantui Para Pemimpin Musuh
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM – Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menegaskan bahwa pernyataan-pernyataan yang terus dikeluarkan oleh para pemimpin rezim pendudukan Zionis yang kriminal, termasuk yang terbaru disampaikan oleh Menteri Perang rezim pendudukan, Israel Katz, berkaitan dengan upaya berkelanjutan untuk melaksanakan rencana pengusiran penduduk Jalur Gaza.
Ia mengatakan bahwa pernyataan-pernyataan tersebut menegaskan bahwa khayalan untuk mencabut rakyat Palestina dari tanah air mereka masih terus menghantui para pemimpin musuh.
Hal itu terjadi meskipun mereka mengalami kegagalan besar dalam upaya mematahkan kehendak rakyat Palestina maupun memaksakan berbagai rencana agresif mereka selama berbulan-bulan perang dan genosida berlangsung.
Pernyataan Katz Tegaskan Niat Pemerintah Pendudukan Membatalkan Kesepakatan
Dalam pernyataannya pada Kamis, Qassem menegaskan bahwa ucapan Katz secara jelas membuktikan bahwa pemerintah pendudukan sebenarnya tidak pernah benar-benar berkomitmen pada kesepakatan penghentian perang.
Menurutnya, pemerintah pendudukan memiliki niat yang telah direncanakan sebelumnya untuk membatalkan kesepakatan tersebut dan menghindari kewajiban-kewajibannya.
Ia menambahkan bahwa langkah itu akan dilakukan pada waktu yang dianggap tepat oleh pemerintah pendudukan, sebagaimana secara terbuka diakui sendiri oleh Katz.
Hamas Serukan Sikap Internasional dan Arab yang Jelas dan Bertanggung Jawab
Juru bicara Hamas juga menjelaskan bahwa pernyataan-pernyataan berbahaya tersebut menuntut adanya sikap yang jelas dan bertanggung jawab dari Dewan Perdamaian dan para perwakilannya.
Menurutnya, hal itu juga menuntut sikap tegas dari pemerintahan Amerika Serikat yang menyetujui rencana perdamaian tersebut, serta dari negara-negara penjamin dan mediator yang terlibat dalam kesepakatan.
Tanggung jawab yang sama, lanjutnya, juga berada di pundak pihak-pihak yang berpartisipasi dalam Konferensi Sharm el-Sheikh yang menghasilkan penandatanganan kesepakatan penghentian perang di Gaza.
Qassem menyerukan kepada negara-negara Arab, terutama yang menjadi sasaran proyek pengusiran penduduk Palestina, agar mengambil langkah-langkah praktis dan efektif untuk menggagalkan proyek berbahaya tersebut.
Ia mendesak mereka untuk bergerak di seluruh jalur politik, diplomatik, dan hukum guna menghadapi arah kebijakan pemerintah sayap kanan ekstremis Israel.
Ia juga menyerukan upaya bersama untuk menggagalkan berbagai usaha pemerintah tersebut dalam melikuidasi perjuangan Palestina melalui proyek-proyek pengusiran dan pencabutan paksa rakyat Palestina dari tanah air mereka. (FG)


