Hamas Serukan Eskalasi Perlawanan terhadap Pendudukan
Gerakan Ini Mengecam Kejahatan Israel di Tepi Barat Menyusul Pembunuhan Dua Warga Palestina di Jenin
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM — Menyusul berlanjutnya serangan Israel di Tepi Barat, yang pada malam sebelumnya mengakibatkan tewasnya seorang remaja Palestina berusia 16 tahun dan seorang pemuda berusia 22 tahun, Hamas mengeluarkan pernyataan pada pagi hari ini yang menyerukan eskalasi perlawanan terhadap para pendudukan.
Dalam pernyataannya, Hamas menyatakan bahwa kejahatan berkelanjutan yang dilakukan oleh tentara pendudukan dan pemukim Zionis, serta terus berlanjutnya pembunuhan warga Palestina di Tepi Barat—terutama insiden terbaru di Jenin—menuntut perluasan kemarahan rakyat dan peningkatan aksi-aksi perlawanan terhadap Zionis.
Hamas Berduka atas Dua Syuhada di Qabatiya dan Silat al-Harithiya
Hamas menyampaikan belasungkawa atas kesyahidan Rayan Mohammad Abdulqader Abu Mu‘alla, remaja Palestina berusia 16 tahun yang tewas di kota Qabatiya, serta Ahmed Saed Shahadeh Ziyoud, pemuda berusia 22 tahun yang ditembak mati oleh pasukan pendudukan di kota Silat al-Harithiya, di barat Jenin.
Gerakan ini menegaskan bahwa darah suci para syuhada tersebut akan mengejar para pendudukan dan pada akhirnya akan berujung pada kehancuran serta pencabutan mereka dari tanah Palestina.
Seruan untuk Perlawanan Luas di Seluruh Tepi Barat
Hamas selanjutnya menyerukan kepada warga Palestina di Tepi Barat—khususnya para pemuda Palestina—untuk memperluas segala bentuk perlawanan terhadap Zionis, menghadapi serangan tentara pendudukan dan pemukim Zionis, serta mencegah berlanjutnya kejahatan brutal mereka terhadap rakyat Palestina dan tempat-tempat suci Islam.
Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa serangan Israel yang terus berlanjut di berbagai wilayah Tepi Barat pada malam sebelumnya menyebabkan tewasnya dua warga Palestina tersebut.
Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan pada malam sebelumnya bahwa Rayan Mohammad Abdulqader, remaja Palestina berusia 16 tahun, tewas ditembak tentara Israel di kota Qabatiya, selatan Jenin di Tepi Barat bagian utara, dan bahwa pasukan pendudukan menyita jenazahnya.
Kementerian itu juga melaporkan tewasnya Ahmed Saed Ziyoud, pemuda Palestina berusia 22 tahun, setelah ia ditembak oleh pasukan pendudukan di kota Silat al-Harithiya, barat Jenin.
Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan bahwa personelnya mengevakuasi seorang pria berusia 22 tahun yang mengalami luka parah di bagian dada dari Silat al-Harithiya ke rumah sakit, namun upaya penyelamatan nyawanya tidak berhasil dan ia kemudian meninggal dunia.
Saksi mata melaporkan bahwa pasukan pendudukan menyerbu kota Silat al-Harithiya dan menyebar di jalan-jalannya, sementara secara bersamaan melakukan penggerebekan lain di kota Qabatiya. (FG)


