Hamas: Utusan Trump Berpihak ke Tel Aviv, Bukan Bertindak sebagai Mediator
Utusan Presiden AS Donald Trump, alih-alih menjalankan peran sebagai mediator dalam perundingan gencatan senjata Gaza, justru secara terang-terangan berpihak kepada Tel Aviv.
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM – Osama Hamdan, salah seorang pemimpin senior Hamas, mengatakan kepada televisi Al Masirah Yaman bahwa Nikolay Mladenov, perwakilan Dewan Perdamaian Trump, sepenuhnya berpihak pada posisi rezim Israel.
Menurut Hamdan, Mladenov tidak memberikan komitmen apa pun terhadap tuntutan Palestina dan justru mereduksi seluruh persoalan menjadi isu pelucutan senjata Perlawanan, sesuatu yang tidak dapat diterima oleh seluruh faksi Palestina.
Hamdan menegaskan bahwa persoalan utama Mladenov adalah bahwa ia, alih-alih menjalankan peran sebagai mediator, justru menyampaikan posisi resmi rezim Israel.
Hamas: Mladenov Abaikan Tuntutan Palestina
Hamdan memaparkan tiga persoalan utama dalam pendekatan Mladenov.
Pertama, ia tidak memberikan komitmen terhadap satu pun tuntutan Palestina, termasuk pelaksanaan tahap pertama kesepakatan.
Kedua, ia menolak menanggapi permintaan Hamas agar pihak pendudukan dipaksa memenuhi kewajibannya serta memberikan jaminan nyata bahwa komitmen tersebut akan dilaksanakan.
Ketiga, ia mereduksi seluruh persoalan menjadi isu pelucutan senjata Perlawanan, padahal hal itu ditolak berdasarkan konsensus seluruh faksi Palestina.
Hamas: Upaya Memecah Barisan Perlawanan Akan Gagal
Hamdan menegaskan bahwa musuh Zionis berupaya menciptakan perpecahan di antara front-front Perlawanan. Namun, menurutnya, upaya tersebut justru mencerminkan jalan buntu yang dihadapi rezim Israel dan tidak akan pernah berhasil karena terdapat kesepahaman yang utuh di antara kekuatan-kekuatan Perlawanan.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan berbagai front Perlawanan kepada Palestina.
Menurut Hamdan, seluruh upaya rezim Israel dan sekutunya untuk mengisolasi rakyat Palestina dari umat Islam akan gagal, sementara front Perlawanan akan terus berkembang. Ia menambahkan bahwa dukungan tersebut akan tercatat sebagai bagian dari sejarah umat Islam.
Hamas Siap Serahkan Pemerintahan Gaza kepada Komite Nasional
Secara terpisah, Pusat Informasi Palestina melaporkan bahwa juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan kesiapan penuh gerakan tersebut untuk menyerahkan seluruh kewenangan pemerintahan di Jalur Gaza, termasuk urusan keamanan, kepada Komite Nasional Administrasi Gaza.
Ia juga mendesak para mediator agar segera memfasilitasi masuknya komite tersebut ke Jalur Gaza.
Qassem menjelaskan bahwa percepatan masuknya Komite Nasional ke Gaza dan dimulainya tugas komite itu menjadi salah satu pokok pembahasan dalam pertemuan terbaru Hamas di Kairo.
“Kami kembali menegaskan kesiapan penuh untuk menyerahkan seluruh bidang pemerintahan, termasuk urusan keamanan, kepada komite ini serta bekerja sama sepenuhnya demi menjamin keberhasilan tugasnya,” ujarnya.
Qassem juga mengkritik kinerja Dewan Keamanan, dengan menyatakan bahwa tidak dapat diterima jika berbulan-bulan setelah komite tersebut dibentuk, Dewan Keamanan masih belum mampu memfasilitasi masuknya komite ke Gaza dan pada praktiknya tetap bersikap pasif di hadapan tuntutan rezim Israel.
Ia berharap upaya mediasi segera membuahkan hasil sehingga Komite Nasional dapat memasuki Gaza, menata kembali kondisi di wilayah tersebut, dan memulai proses bantuan kemanusiaan yang nyata guna meringankan sebagian penderitaan rakyat Palestina. (FG)


