Hari Al-Quds Internasional Bergema di Seluruh Indonesia: Ribuan Nyatakan Solidaritas untuk Palestina dan Iran
Aksi Hari Al-Quds digelar di berbagai kota Indonesia. Ribuan orang menyatakan solidaritas untuk Palestina dan Iran serta mengecam agresi AS–Israel di Asia Barat.
Indonesia, FAKTAGLOBAL.COM — Ribuan orang di berbagai kota di Indonesia turun ke jalan untuk memperingati Hari Al-Quds Internasional pada Jumat terakhir bulan Ramadan, menyuarakan dukungan kuat terhadap perjuangan Palestina serta mengecam agresi Amerika Serikat dan Israel di Asia Barat.
Aksi solidaritas digelar di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Samarinda, dan Pontianak. Para peserta membawa bendera Palestina, spanduk perlawanan, serta meneriakkan slogan yang menyerukan pembebasan Al-Quds dari pendudukan Israel.
Para pembicara dalam aksi tersebut menegaskan bahwa Hari Al-Quds Internasional bukan sekadar simbolik, melainkan seruan global untuk melawan penindasan, kolonialisme, dan dominasi Zionisme.
Hari Al-Quds Internasional pertama kali dideklarasikan oleh Imam Ruhollah Khomeini pada tahun 1979 sebagai hari solidaritas dunia untuk meningkatkan kesadaran global terhadap perjuangan rakyat Palestina.




Jakarta: Aksi Luas Masyarakat Sipil Serukan Penghentian Genosida Gaza
Di Jakarta, aksi peringatan Hari Al-Quds Internasional diselenggarakan oleh Aliansi Nasional Anti-Zionis (ANAZ) dan diikuti peserta dari berbagai kelompok masyarakat sipil.
Para demonstran berkumpul di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk menyatakan solidaritas terhadap perjuangan Palestina serta mengecam dukungan Washington terhadap agresi Israel.
Peserta datang dari berbagai latar belakang, termasuk organisasi sosial, ulama dan tokoh masyarakat, mahasiswa, aktivis kemanusiaan, komunitas pemuda, serta masyarakat umum.
Para demonstran membawa bendera Palestina, poster solidaritas, dan spanduk yang mengecam dukungan Amerika Serikat terhadap serangan Israel yang menyebabkan kehancuran luas serta korban sipil di Gaza.
Para pembicara menegaskan bahwa bencana kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina merupakan kejahatan yang tidak lagi dapat ditoleransi oleh dunia, serta mendesak komunitas internasional untuk tidak terus diam menghadapi genosida yang sedang berlangsung di Gaza.








Bandung: Solidaritas untuk Palestina dan Iran di Gedung Merdeka
Di Bandung, ratusan peserta berkumpul di sekitar Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika untuk memperingati Hari Al-Quds Internasional.
Para demonstran membawa bendera Palestina serta poster yang menyatakan dukungan terhadap pembebasan Palestina dan kedaulatan Republik Islam Iran yang mereka sebut tengah menghadapi agresi dari Amerika Serikat dan Israel.
Dalam aksi tersebut, para peserta juga membentangkan bendera Israel di jalan dan membiarkan kendaraan yang melintas melindasnya sebagai simbol penolakan terhadap Zionisme dan kebijakan Israel di kawasan.
Para pembicara menyatakan bahwa agresi terhadap Iran merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk melemahkan front perlawanan di Asia Barat.



Semarang: Ribuan Tolak Kebijakan yang Memperkuat Zionisme
Di Semarang, ribuan peserta berkumpul di sekitar Masjid Agung Baiturrahman dalam aksi besar memperingati Hari Al-Quds Internasional.
Para pembicara mengkritik keras kebijakan normalisasi hubungan dengan Israel yang sebelumnya dipromosikan sebagai upaya menciptakan perdamaian, namun menurut mereka justru memperkuat pengaruh Zionisme di kawasan.
“Alih-alih membawa perdamaian, mereka justru menjadi penjaga kepentingan Zionis di kawasan,” ujar salah satu pembicara di hadapan massa.
Para peserta juga menyerukan agar pemerintah Indonesia menarik diri dari Board of Peace (BoP), yang menurut mereka tidak mencerminkan komitmen sejati terhadap perjuangan Palestina.





Surabaya: Agresi AS–Israel terhadap Iran Dikecam
Di Surabaya, ribuan orang mengikuti aksi peringatan Hari Al-Quds Internasional dengan menyuarakan solidaritas terhadap Palestina serta mengecam agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Para peserta menyatakan bahwa serangan terhadap Iran merupakan bagian dari proyek yang lebih luas untuk menghancurkan front perlawanan di Asia Barat.
Para pembicara menegaskan bahwa perjuangan Palestina tidak dapat dipisahkan dari perlawanan terhadap dominasi Amerika Serikat dan Israel di kawasan.

Samarinda: Seruan Melanjutkan Jalan Para Syuhada
Di Samarinda, ratusan orang berkumpul di Simpang Lembuswana untuk memperingati Hari Al-Quds Internasional.
Para peserta menyatakan solidaritas terhadap Palestina serta dukungan kepada Republik Islam Iran.
Para pembicara juga menyampaikan belasungkawa atas kesyahidan Ayatullah Sayyed Ali Khamenei serta menegaskan bahwa perjuangan para syuhada tidak akan pernah berakhir.
“Amerika Serikat dan Israel mengira bahwa kesyahidan beliau akan menjadi akhir dari sejarah perlawanan. Namun perlawanan akan terus berlanjut,” ujar salah satu pembicara.



Pontianak: Suara untuk Kebebasan Palestina
Di Pontianak, ratusan peserta berkumpul di Tugu Digulis untuk memperingati Hari Al-Quds Internasional melalui aksi solidaritas bagi Palestina.
Para peserta terdiri dari organisasi sosial, mahasiswa, serta aktivis kemanusiaan yang bersama-sama menyatakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Para pembicara menegaskan bahwa perjuangan Palestina merupakan perlawanan terhadap dominasi kolonial yang terus berlangsung.
Para peserta juga menyerukan kepada masyarakat internasional agar tidak menutup mata terhadap penderitaan rakyat Palestina yang hidup di bawah blokade, penindasan, serta serangan militer Israel.
Dukungan untuk Kepemimpinan Baru Iran
Selain menyuarakan solidaritas untuk Palestina, aksi Hari Al-Quds Internasional di berbagai kota Indonesia juga menyatakan dukungan kepada Republik Islam Iran setelah kesyahidan Ayatullah Sayyed Ali Khamenei.
Para peserta menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan baru Iran dan menegaskan bahwa front perlawanan di Asia Barat akan tetap kuat menghadapi agresi Amerika Serikat dan Israel.
Bagi banyak peserta, perjuangan Palestina, Iran, dan front perlawanan yang lebih luas merupakan satu kesatuan dalam menghadapi penindasan global.
Mereka menegaskan bahwa kesyahidan para pemimpin perlawanan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan justru memperkuat tekad untuk melanjutkan perlawanan hingga keadilan terwujud dan Palestina sepenuhnya merdeka. (FG)


