Hari Ini Sekretaris Dewan Keamanan Iran Kunjungi Oman
Ali Larijani dijadwalkan melakukan perjalanan ke Muscat pada Selasa, di mana ia akan mengadakan pertemuan dengan para pejabat senior Oman
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dijadwalkan melakukan perjalanan ke Muscat pada hari Selasa, di mana ia akan mengadakan pertemuan dengan para pejabat senior Oman di tengah dinamika perkembangan regional dan internasional yang terus berlangsung.
Larijani akan memimpin delegasi tingkat tinggi ke ibu kota Oman untuk membahas kerja sama bilateral serta perkembangan politik dan keamanan terbaru di Asia Barat, menurut para pejabat Iran.
Kunjungan ini menegaskan peran berkelanjutan Oman sebagai perantara regional di tengah meningkatnya aktivitas diplomatik yang melibatkan Iran.
Pembicaraan di Muscat dan Konsultasi Regional
Kunjungan Larijani berlangsung saat Iran terus menjalankan keterlibatan diplomatik aktif di kawasan. Para pejabat Oman telah memainkan peran mediasi dalam memfasilitasi pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington, sebuah format yang berulang kali ditegaskan Iran sebagai sah dan efektif.
Para pejabat Iran menekankan bahwa konsultasi regional bukanlah bentuk campur tangan asing, melainkan koordinasi dan dialog yang bertujuan meredakan ketegangan serta memajukan kepentingan kawasan secara independen dari tekanan Barat.
Araghchi: Pembicaraan Terbatas Ketat pada Isu Nuklir
Berbicara sebelumnya di Teheran, Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi menegaskan bahwa putaran pembicaraan terbaru yang berlangsung di Muscat berfokus secara eksklusif pada isu nuklir.
Ia menyatakan bahwa negosiasi dilakukan secara tidak langsung, dengan mediasi oleh Menteri Luar Negeri Oman, serta menegaskan bahwa Iran telah menyatakan dengan jelas bahwa pihaknya hanya akan bernegosiasi mengenai isu nuklir—tidak lebih dari itu.
“Satu-satunya kesamaan dengan putaran sebelumnya adalah format tidak langsung,” kata Araghchi, seraya menambahkan bahwa Iran memasuki pembicaraan tersebut dengan kesadaran penuh atas pengalaman masa lalu dan pelajaran yang telah dipetik.
Syarat “Pengayaan Nol” Ditolak Mentah-mentah
Araghchi dengan tegas menolak setiap usulan yang melibatkan pengayaan uranium nol, menekankan bahwa tuntutan semacam itu sama sekali tidak dapat diterima oleh Iran.
Ia menegaskan bahwa pembahasan seharusnya difokuskan pada jaminan keberlanjutan pengayaan uranium disertai langkah-langkah pembangun kepercayaan yang memastikan sifat damainya. Setiap upaya untuk melemahkan hak kedaulatan nuklir Iran, ujarnya, akan membuat pembicaraan menjadi tidak bermakna. (FG)



