Hawzah Qom: Pemakaman Imam Syahid Khamenei Akan Terukir dalam Sejarah Umat Manusia
Perhimpunan Guru Hawzah Qom menyebut prosesi penghormatan terakhir bagi Imam Syahid Khamenei akan menjadi peristiwa bersejarah yang menampilkan loyalitas, iman, persatuan, dan kekuatan Islam
IRAN, FAKTAGLOBAL.COM – Perhimpunan Guru Seminari Qom menyatakan bahwa prosesi pemakaman Imam Syahid Ayatollah Sayyid Ali Khamenei akan menjadi peristiwa yang “tanpa diragukan lagi akan tercatat dalam sejarah umat manusia.”
Dalam pernyataan yang dirilis menjelang upacara penghormatan terakhir, organisasi tersebut menegaskan bahwa prosesi tersebut akan menjadi momen bersejarah yang memperlihatkan kepada dunia loyalitas, iman, persatuan, dan kekuatan umat Islam, sekaligus menegaskan kembali komitmennya terhadap jalan Wilayah dan warisan Imam Syahid.
Akan Tercatat dalam Sejarah Umat Manusia
Perhimpunan Guru Seminari Qom menyatakan bahwa kaum mukmin akan berkumpul untuk mengantarkan kepergian “Wakil Imam Mahdi” dan “Pemimpin Syahid Umat”, seraya menegaskan bahwa pemakaman tersebut akan menjadi peristiwa yang dikenang sepanjang sejarah.
“Pemakaman Pemimpin Agung Umat ini tanpa diragukan lagi akan tercatat dalam sejarah umat manusia, dan tidak akan ada lisan yang mampu mengingkarinya.”
Mereka menambahkan bahwa bangsa yang dibina di bawah bimbingan Imam Syahid memiliki kemampuan untuk menciptakan peristiwa-peristiwa besar dan akan kembali membuktikan semangat tersebut dalam prosesi penghormatan terakhir.
Menampilkan Loyalitas, Iman, Persatuan, dan Kekuatan
Menurut pernyataan itu, prosesi pemakaman akan menjadi manifestasi keteguhan umat Islam di hadapan dunia.
“Bangsa pejuang akan kembali bangkit dan, dalam perpisahan yang penuh duka, memperlihatkan kepada seluruh dunia pesan tentang loyalitas, iman, persatuan, dan kekuatan.”
Perhimpunan tersebut juga menyampaikan harapan agar umat yang beriman dan berjuang tetap teguh melanjutkan jalan yang telah digariskan Imam Syahid Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, demi menjaga kemuliaan Islam, Revolusi Islam, serta kehormatan dan kemerdekaan negara.
Kehadiran Diyakini Membawa Cahaya dan Keteguhan
Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa menghadiri prosesi pemakaman akan menjadi sumber pencerahan spiritual bagi kaum mukmin.
“Keikutsertaan dalam prosesi penghormatan terakhir yang agung bagi Syahid Iran akan menerangi hati, dan mereka yang hadir untuk mengucapkan salam perpisahan akan memperoleh petunjuk, kesabaran, ketenangan, dan keteguhan.”
Perhimpunan Guru Seminari Qom menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali komitmen mereka untuk menjaga semangat revolusi, kesadaran, serta kesetiaan kepada jalan Wilayah, sembari memohon kepada Allah SWT agar memberikan penghiburan dan keteguhan kepada umat Islam yang tengah berduka pada masa berkabung yang mereka sebut sebagai masa yang suci. (PW)


