Hizbullah: Bukit Ali al-Taher Sepenuhnya Berada di Bawah Kendali Kami
Hizbullah menyatakan Bukit Ali al-Taher yang strategis tetap sepenuhnya berada di bawah kendali Perlawanan, membantah klaim Israel yang menyebut telah menguasai posisi tersebut
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM – Hizbullah dengan tegas membantah klaim Israel yang menyebut pasukan pendudukan telah menguasai Bukit Ali al-Taher yang strategis di sebelah timur Nabatieh. Hizbullah menegaskan bahwa posisi tersebut tetap sepenuhnya berada di bawah kendali Perlawanan Lebanon.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Ruang Operasi Hizbullah pada Jumat, kelompok tersebut membantah laporan yang dipublikasikan oleh lembaga-lembaga resmi yang berafiliasi dengan militer Israel mengenai bukit tersebut.
Hizbullah Bantah Klaim Israel
“Perlawanan Islam dengan tegas membantah apa yang dipublikasikan oleh lembaga-lembaga resmi yang berafiliasi dengan tentara musuh Israel mengenai penguasaannya atas Bukit Ali al-Taher di pinggiran timur Kota Nabatieh,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Hizbullah menambahkan bahwa bukit tersebut “tidak terdapat kehadiran pasukan pendudukan” dan tetap berada sepenuhnya di bawah kendali para pejuang Perlawanan.
“Bukit Ali al-Taher tetap berada sepenuhnya di bawah kendali para pejuang Perlawanan.”
Pejuang Perlawanan dalam Kesiapan Penuh
Ruang Operasi Hizbullah mengatakan pasukan Perlawanan tetap berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi setiap upaya Israel melakukan pergerakan maju ataupun penyusupan ke wilayah tersebut.
“Para pejuang Perlawanan berada dalam kesiapan penuh untuk menghadapi setiap upaya pasukan musuh melakukan pergerakan maju atau melancarkan penyusupan,” tambah pernyataan tersebut.
Pernyataan ini disampaikan setelah otoritas Israel mengklaim bahwa pasukan pendudukan telah menguasai bukit strategis yang mengawasi jalur masuk timur menuju Nabatieh.
Pertempuran Sebelumnya di Ali al-Taher
Pernyataan terbaru ini menyusul berminggu-minggu pertempuran di sekitar Bukit Ali al-Taher yang strategis.
Pada 19 Juni, media Israel mengakui bahwa pasukan pendudukan gagal merebut dataran tinggi tersebut setelah terjadi pertempuran sengit dengan para pejuang Hizbullah. Menurut laporan tersebut, pasukan Perlawanan menargetkan tank-tank Israel dan pergerakan pasukannya dengan rudal antitank berpemandu serta drone, yang mengakibatkan jatuhnya korban dan memaksa evakuasi tentara yang terluka.
Hizbullah juga berhasil menggagalkan upaya Israel untuk bergerak maju menuju Kfar Tibnit dengan menargetkan pasukan penyerang menggunakan rudal berpemandu dan penyergapan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Saat itu, kelompok tersebut menegaskan bahwa poros Kfar Tibnit–Ali al-Taher akan tetap tertutup bagi setiap penyusupan Israel. (FG)


