Hizbullah Irak Beri Peringatan Keras ke AS: Perang terhadap Iran Akan Berubah Jadi Neraka
Poros Perlawanan Menyatakan Kesiapan Penuh Membela Republik Islam, Berjanji Menghancurkan Kepentingan AS Jika Agresi Dimulai
Irak | FAKTAGLOBAL.COM — Sekretaris Jenderal Brigade Hizbullah Irak (Kataib Hezbollah) mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat, menegaskan bahwa petualangan militer apa pun terhadap Republik Islam Iran akan menyulut perang dahsyat yang berakhir dengan kehinaan, kekalahan, dan kehancuran kepentingan Washington di seluruh kawasan.
Dalam pernyataan resminya, Abu Hussein al-Hameedawi menegaskan bahwa Poros Perlawanan berada dalam kesiapan penuh untuk mendukung Iran menghadapi segala bentuk agresi, seraya menekankan bahwa perang baru tidak akan menjadi konfrontasi terbatas, melainkan kobaran api yang tak terkendali.
Al-Hameedawi menegaskan bahwa Poros Perlawanan akan berdiri bahu-membahu bersama Republik Islam Iran dalam menghadapi setiap tindakan permusuhan, seraya menyebut Iran sebagai pilar utama perlawanan dan martabat bagi Umat Islam.
Ia memperingatkan bahwa perang yang dipimpin AS terhadap Iran tidak akan mudah atau tanpa biaya, melainkan api yang melalap—yang akan menghancurkan kepentingan Amerika dan menyeret Washington ke jurang kehinaan serta kehancuran strategis.
Pertempuran antara Kebenaran dan Kebatilan
Pemimpin Brigade Hizbullah itu menggambarkan momen saat ini sebagai fase penentuan dalam konfrontasi historis antara barisan kebenaran dan barisan kebatilan.
Ia menyatakan bahwa barisan kebenaran, dengan dukungan Allah, jelas dalam identitas dan tujuannya, sementara barisan kebatilan dikenal luas karena kejahatannya serta permusuhannya terhadap bangsa-bangsa merdeka yang menolak keangkuhan imperialis.
Menurut al-Hameedawi, jika sebuah negara tidak ditekan Amerika, itu karena negara tersebut sudah patuh dan kehilangan kedaulatannya.
Ia juga memperingatkan bahwa para pemimpin barisan kebatilan secara aktif tengah bersiap menargetkan Republik Islam Iran, yang ia gambarkan sebagai benteng Islam sejati, sumber kehormatan Umat, dan perisai yang melindungi perjuangan-perjuangannya.
Membela Iran Berarti Membela Umat
Al-Hameedawi menekankan bahwa berdiri bersama Iran bukanlah pilihan, melainkan kewajiban agama dan moral. Ia menegaskan bahwa membela Republik Islam adalah membela kesucian seluruh Umat, terlebih ketika Iran menghadapi pengepungan dan permusuhan dari kekuatan-kekuatan yang ia sebut sebagai kekuatan kejahatan dan kriminalitas.
Kepada rakyat Iran, ia menyampaikan solidaritas yang tak tergoyahkan, menegaskan bahwa Poros Perlawanan berdiri bersama Iran baik dalam kesulitan maupun kemenangan, dengan sikap yang jelas dan tanpa kompromi dalam membela bangsa Iran dan nilai-nilai sucinya.
Ia juga memperingatkan rakyat Irak dan kekuatan-kekuatan perlawanan di seluruh kawasan agar tidak lengah, menyerukan untuk mengabaikan para pengkhianat dan penyebar rumor yang ia sebut sebagai alat setan, yang dibayar untuk menebar tipu daya dan melemahkan tekad.
Ancaman Langsung kepada Amerika Serikat
Dalam bagian terkeras dari pernyataannya, al-Hameedawi secara langsung menyasar Amerika Serikat, melontarkan peringatan tegas bahwa perang terhadap Iran bukanlah permainan atau hiburan.
Ia menegaskan bahwa jika perang semacam itu dipicu, maka perang tersebut hanya akan berakhir dengan Amerika Serikat dipermalukan, ambisinya dihancurkan, dan pasukannya dipaksa membayar harga yang jauh lebih besar daripada apa pun yang diharapkan para tuan serakah mereka.
Pesannya jelas: setiap agresi AS terhadap Iran akan memicu konfrontasi regional yang melalap kekuatan Amerika dan menandai kekalahan historis bagi Washington serta proyek imperialisnya. (FG)


