Hizbullah Lancarkan 18 Operasi terhadap Pasukan Israel di Lebanon Selatan
Hizbullah melancarkan 18 serangan terkoordinasi dalam satu hari, menargetkan tank Israel, kendaraan militer, buldoser, perkumpulan pasukan, dan sebuah helikopter.
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM — Hizbullah mengumumkan bahwa mereka melaksanakan total 18 operasi pada Selasa terhadap posisi tentara pendudukan Israel di berbagai wilayah Lebanon selatan, dengan menargetkan tank, kendaraan lapis baja, konsentrasi pasukan, peralatan teknik militer, serta aset udara.
Menurut pernyataan yang dirilis Hizbullah, operasi-operasi tersebut mencakup serangan terhadap satu helikopter militer, dua tank di kota Al-Bayyada, dan satu tank lainnya di Al-Qouzah. Para pejuang perlawanan juga menargetkan dua buldoser D9 di Rashaf dan Deir Siryan, selain tiga kendaraan militer “Namer”.
Serangan Presisi terhadap Tank dan Peralatan Militer
Berdasarkan daftar operasi yang dipublikasikan Hizbullah, operasi pertama menargetkan sebuah tank Merkava di Al-Bayyada menggunakan rudal berpemandu hingga menyebabkan tank tersebut terbakar. Tak lama kemudian, perkumpulan pasukan dan peralatan militer Israel di kawasan yang sama dihantam serangan rudal.
Sebuah tank Merkava kedua di Al-Qouzah kemudian dihantam langsung oleh drone bunuh diri. Hizbullah juga melaporkan bahwa sebuah buldoser D9 Israel di Rashaf mengalami kerusakan akibat serangan drone, sementara buldoser D9 lainnya di kawasan Khallat Raj dekat Deir Siryan dihancurkan oleh drone bunuh diri.
Dalam operasi lainnya, sebuah kendaraan lapis baja “Namer” yang mencoba mengevakuasi buldoser yang rusak turut dihantam dalam serangan drone dan mengalami kerusakan.
Hizbullah lebih lanjut menyatakan bahwa sebuah tank Merkava lainnya di Al-Bayyada dihancurkan menggunakan rudal berpemandu, sementara peralatan militer yang berkumpul di kawasan tersebut turut diserang menggunakan drone bunuh diri.
Helikopter Menjadi Sasaran saat Serangan Meluas di Garis Depan
Hizbullah menyatakan bahwa peralatan militer yang berkumpul di dekat kawasan Khallat Raj sekitar Deir Siryan dihantam sejumlah rudal, sementara kendaraan militer lainnya di dekat alun-alun Al-Qantara ditargetkan dengan drone bunuh diri.
Perlawanan juga membombardir konsentrasi tentara pendudukan Israel di Al-Bayyada menggunakan tembakan artileri. Di kawasan yang sama, sebuah helikopter militer Israel menjadi sasaran rudal permukaan-ke-udara dan menurut Hizbullah dipastikan mengalami kerusakan.
Operasi tambahan menargetkan perkumpulan pasukan dan peralatan militer Israel di Adshit Al-Qusayr dan Al-Bayyada menggunakan tembakan artileri dan rudal. Hizbullah juga menyerang posisi artileri Israel yang baru dibangun di Rab Thalathin menggunakan kawanan drone bunuh diri.
Perlawanan Tegaskan Operasi untuk Membela Lebanon
Serangan lainnya menargetkan perkumpulan tentara Israel di Rashaf menggunakan drone bunuh diri, sementara posisi pendudukan yang baru dibangun di kawasan Balat, Lebanon selatan, dihantam serangan rudal.
Dalam operasi terakhir yang diumumkan Hizbullah, peralatan militer Israel di Wadi Al-Jamal, antara kota Mays Al-Jabal dan Houla, dihantam peluru artileri dan dilaporkan mengalami kerusakan.
Perlawanan Islam di Lebanon menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa membela tanah dan rakyat Lebanon dari agresi Israel merupakan sebuah keharusan, seraya menekankan bahwa operasi-operasi tersebut dilakukan untuk mencegah berlanjutnya agresi dan menghadapi apa yang disebutnya sebagai tujuan berbahaya musuh terhadap Lebanon, negara, rakyat, dan Perlawanan. (FG)


