Hizbullah Lancarkan 24 Operasi terhadap Pasukan Israel dalam 24 Jam
Hizbullah menyatakan berhasil menembak jatuh drone Israel, menyerang posisi militer, serta menargetkan kendaraan lapis baja dalam serangkaian operasi di Lebanon selatan dan wilayah perbatasan.
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM — Hizbullah mengumumkan bahwa para pejuangnya melancarkan 24 operasi militer terhadap pasukan dan posisi Israel dalam kurun 24 jam terakhir. Operasi tersebut menargetkan personel militer, kendaraan tempur, serta infrastruktur militer Israel di Lebanon selatan dan kawasan perbatasan.
Menurut pernyataan yang dirilis Media Militer Hizbullah , para pejuangnya berhasil menembak jatuh drone Israel jenis Hermes 450 di wilayah Khardali, Lebanon selatan, menggunakan rudal permukaan-ke-udara.
Hizbullah juga melaporkan telah menargetkan drone lain dari jenis yang sama di kawasan Iqlim al-Tuffah, sehingga memaksanya meninggalkan wilayah tersebut.
Drone Israel Ditembak Jatuh
Dalam operasi terpisah, Hezbollah mengumumkan keberhasilannya menembak jatuh drone Israel jenis Heron-1 di wilayah Nahleh, kawasan Bekaa, Lebanon, menggunakan rudal yang disebut sebagai sistem persenjataan canggih.
Kelompok tersebut menyatakan bahwa pencegatan drone-drone Israel itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadapi aktivitas udara Israel di wilayah Lebanon.
Posisi dan Kendaraan Militer Diserang
Hezbollah menyebut konsentrasi pasukan Israel serta kendaraan militer di sejumlah lokasi, termasuk Naqoura, Al-Qawzah, Rashaf, Al-Qantara, Zawtar al-Sharqiya, Yahmar al-Shaqif, Adaisseh, dan Tayr Harfa, menjadi sasaran serangan berulang menggunakan rudal dan drone.
Menurut Hizbullah, sebagian operasi dilakukan menggunakan kawanan drone bunuh diri, sementara operasi lainnya dilaksanakan dengan roket dan tembakan artileri.
Wilayah Al-Rajman di dekat kota Tayr Harfa disebut sebagai salah satu poros utama pertempuran, di mana beberapa serangan dilaporkan menargetkan konsentrasi pasukan dan peralatan militer Israel.
Tank Merkava dan Peralatan Militer Jadi Sasaran
Hezbollah juga mengklaim telah menyerang sejumlah aset militer Israel, termasuk tank Merkava, kendaraan militer Humvee, buldoser militer, serta berbagai peralatan tempur lainnya.
Menurut kelompok tersebut, sebagian serangan dilakukan menggunakan drone bunuh diri Ababil.
Dalam salah satu operasi, Hezbollah menyatakan telah menargetkan pusat komando militer Israel dan peralatan teknis di permukiman Rashaf menggunakan sekelompok drone serang.
Kelompok itu juga melaporkan serangan terhadap posisi artileri yang baru didirikan di Adaisseh, termasuk kendaraan yang membawa amunisi di sekitar lokasi tersebut.
Hezbollah Tegaskan Akan Terus Melawan
Hezbollah menyatakan bahwa seluruh operasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membela Lebanon dan rakyatnya dari serangan Israel.
Gerakan perlawanan Lebanon itu kembali menegaskan komitmennya untuk menghadapi apa yang disebut sebagai agresi dan ancaman Israel terhadap Lebanon, serta berjanji akan terus melanjutkan operasi militer demi mencapai tujuan tersebut. (FG)



