Hizbullah Luncurkan Operasi Baru, Targetkan Pusat Industri Dirgantara Israel
Serangan drone Hizbullah menargetkan pusat industri dirgantara Israel dan pangkalan kendali drone militer sebagai balasan atas agresi Israel terhadap Lebanon.
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM — Hizbullah mengumumkan serangan rudal dan drone baru terhadap Israel, termasuk serangan terhadap markas industri kedirgantaraan rezim tersebut.
Setelah dimulainya kembali operasi perlawanan Lebanon terhadap musuh Zionis sebagai respons atas agresinya, Hizbullah dalam sebuah komunike baru menyatakan bahwa sebagai balasan atas serangan kriminal musuh Zionis yang menargetkan puluhan kota dan desa di Lebanon, termasuk wilayah pinggiran selatan Beirut (Dahiyeh), para pejuang Perlawanan Islam pada pukul 02.00 dini hari hari ini, Rabu, 4 Maret 2026, menargetkan markas Israel Aerospace Industries (IAI) di jantung Palestina yang diduduki menggunakan satu skuadron drone serang.
Serangan Rudal Presisi ke Pangkalan Kendali Drone Israel
Hizbullah juga menegaskan dalam pernyataan lain bahwa sebagai respons terhadap agresi kriminal musuh Zionis yang menargetkan puluhan kota dan desa Lebanon, termasuk pinggiran selatan Beirut, para pejuang Perlawanan Islam pada pukul 03.30 dini hari hari ini, Rabu, 4 Maret 2026, menargetkan pangkalan Giyur milik tentara Zionis yang digunakan untuk kendali drone di timur kota Safed yang diduduki dengan sebuah rudal berpemandu presisi.
Perlawanan Melakukan 13 Operasi pada Hari Sebelumnya
Kemarin, Hizbullah juga telah melaksanakan 13 operasi berbeda terhadap pasukan pendudukan.
Perlawanan Islam di Lebanon menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk mempertahankan tanah dan rakyatnya serta akan terus menargetkan posisi-posisi Zionis sebagai balasan atas agresi musuh terhadap penduduk Lebanon.
Hizbullah : Era Kesabaran Telah Berakhir
Setelah meluasnya agresi rezim Zionis terhadap Lebanon dan dimulainya kembali operasi Hezbollah terhadap rezim tersebut, setelah lebih dari satu tahun menahan diri dan menyerahkan urusan kepada pemerintah Lebanon—yang kelemahan dan sikap pasifnya dalam menghadapi agresi musuh menjadi semakin jelas—Mahmoud Qamati, Wakil Ketua Dewan Politik Hezbollah, kemarin menyampaikan peringatan terakhir kepada pemerintah Lebanon dan penjajah Zionis.
Ia menyatakan bahwa Hizbullah telah bersabar demi rakyat dan untuk mencegah agresi lebih lanjut dari musuh, dengan harapan pemerintah Lebanon dapat mencapai hasil positif melalui upaya diplomatik untuk menghentikan serangan Zionis, menjamin penarikan mereka dari wilayah Lebanon, serta mengakhiri kejahatan Israel.
Ia menegaskan bahwa kesabaran memiliki batas. “Kami telah menyampaikan pesan dan menjelaskan bahwa kami tidak lagi dapat menoleransi pembunuhan warga Lebanon dan para pemudanya serta penghancuran rumah-rumah,” kata Qamati.
Ia menambahkan bahwa meskipun telah menunjukkan penahanan diri, sebagian pihak justru menuduh perlawanan sebagai lemah, sementara pemerintah Lebanon tidak menghargai ataupun menghormati kesabaran tersebut, dan justru terus memberikan konsesi kepada musuh serta bersikeras untuk tetap diam.
Mahmoud Qamati juga menyatakan bahwa agresi terbaru rezim Zionis terhadap Lebanon telah direncanakan dan dipersiapkan sebelumnya, tidak memerlukan dalih apa pun, dan hanya menunggu waktu untuk terjadi.
“Kami menegaskan hari ini bahwa era kesabaran kami telah berakhir, dan kami tidak memiliki pilihan selain kembali ke jalan perlawanan,” tegasnya. (FG)


