Hizbullah Puji Aksi Sejuta Massa Iran, Tegaskan Kekuatan Republik Islam
Gerakan perlawanan menilai unjuk rasa akbar itu membongkar kegagalan kampanye destabilisasi AS–Israel dan menegaskan pilihan berdaulat rakyat Iran
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Hizbullah memuji aksi sejuta massa yang melanda Iran, menegaskan bahwa Republik Islam akan tetap teguh, kuat, dan merdeka meskipun menghadapi upaya berkelanjutan AS–Israel untuk melemahkan negara itu dari dalam.
Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menyampaikan penghormatan kepada demonstrasi nasional besar-besaran yang digelar untuk mendukung Republik Islam, stabilitas nasional, dan sistem politik berdaulat Iran.
Hizbullah menyatakan bahwa aksi-aksi tersebut secara jelas menunjukkan kehendak autentik rakyat Iran, menegaskan bahwa mereka bersatu di sekitar kepemimpinan Republik Islam Iran—terutama Pemimpin, Yang Mulia Imam Khamenei—bersama pemerintah dan institusi negara.
“Pawai-pawai ini dengan jelas mengekspresikan arah sejati rakyat Iran,” demikian pernyataan itu, seraya menekankan bahwa sistem politik Iran merupakan hasil pilihan nasional yang bebas dan sadar.
Iran Memilih Sistemnya Secara Bebas, Menghadapi Agresi AS yang Berkelanjutan
Hizbullah menegaskan bahwa Republik Islam Iran adalah negara yang merdeka dan berdaulat, di mana rakyatnya secara bebas memilih sistem, hukum, dan konstitusi mereka berdasarkan kehendak sendiri.
Sejak kemenangan Revolusi Islam pada 1979, lanjut pernyataan tersebut, Iran menghadapi agresi global yang terus-menerus dengan sponsor Amerika Serikat, yang bertujuan menghancurkan apa yang oleh Hizbullah digambarkan sebagai model etis, populer, Islami, dan mandiri.
Sanksi Gagal, Iran Terus Maju
Meski menghadapi tekanan ekonomi akibat sanksi dan kebijakan bermusuhan, Hizbullah menekankan bahwa Iran tetap teguh, terus mengembangkan kapabilitasnya di berbagai bidang, serta bekerja melayani rakyat melalui sistem yang berlandaskan pemilu yang bebas dan adil.
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa Iran menjamin hak rakyat untuk melakukan protes damai dan kebebasan berekspresi.
AS dan Israel di Balik Sabotase dan Kekacauan Bersenjata
Hizbullah menyatakan bahwa Amerika Serikat secara sengaja berupaya mendestabilisasi Iran dari dalam, dengan menggunakan entitas Zionis sebagai alat kejahatan, pembunuhan, dan kekacauan demi menjatuhkan sistem populer Iran.
Menurut pernyataan tersebut, beragam gambar, kesaksian, dan bukti telah mengungkap bagaimana agen-agen Amerika dan Israel mengeksploitasi kelompok-kelompok kecil untuk menyusup ke dalam demonstrasi dan mengubahnya menjadi aksi kekerasan dan sabotase, termasuk pembakaran masjid, serangan terhadap pusat-pusat pemerintahan dan keamanan, serta perusakan properti publik.
“Tindakan-tindakan kriminal ini sama sekali tidak memiliki kaitan dengan tuntutan hidup yang sah atau hak untuk berunjuk rasa,” tegas Hizbullah.
Trump dan Netanyahu Berbicara atas Nama Agen, Bukan Rakyat
Hizbullah menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara atas nama para demonstran hanya karena mereka tidak memiliki kehadiran rakyat yang nyata atau kepemimpinan internal di dalam Iran.
Pernyataan tersebut menggambarkan para perusuh sebagai kelompok kecil agen yang dikelola oleh kekuatan yang sama yang melancarkan agresi selama 12 hari terhadap Iran, dengan tujuan menjatuhkan sistem Islam—sebuah operasi yang, menurut Hizbullah, gagal, terbongkar, dan runtuh dalam kekalahan total.
Republik Islam Akan Tetap Kuat dan Merdeka
Menegaskan kembali dukungan penuhnya terhadap pilihan rakyat Iran dan kepemimpinan mereka, Hizbullah menyimpulkan bahwa Republik Islam Iran akan tetap teguh, kuat, dan merdeka, dengan kehendak Allah Yang Maha Kuasa.
Pada hari Senin, ibu kota Iran, Teheran, serta seluruh provinsi lainnya menyaksikan aksi sejuta massa yang mengecam kerusuhan yang didukung asing dan menunjukkan dukungan kuat terhadap tatanan Islam serta kedaulatan nasional. (FG)


