Hizbullah Serang Pangkalan Angkatan Laut Haifa dan Fasilitas Intelijen Glilot dengan Rudal Canggih
Serangan rudal terkoordinasi menargetkan situs militer strategis Israel saat pasukan perlawanan merespons pemboman berkelanjutan terhadap warga sipil di Lebanon
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM — Hizbullah mengumumkan gelombang baru serangan rudal presisi yang menargetkan instalasi militer utama Israel, termasuk pangkalan angkatan laut Haifa dan fasilitas intelijen Glilot, sebagai respons atas serangan berkelanjutan terhadap warga sipil di Lebanon.
Dalam pernyataan resmi No. 12 dan 13, Hizbullah menegaskan bahwa para pejuangnya melaksanakan operasi terkoordinasi pada Senin, 30 Maret 2026, menggunakan apa yang disebut sebagai “rudal unik” terhadap target bernilai tinggi di wilayah Palestina yang diduduki.
Menurut Pernyataan No. 13 Hizbullah:
“Dalam membela Lebanon dan rakyatnya, serta sebagai respons atas pemboman berkelanjutan terhadap warga sipil, pengusiran mereka, dan penghancuran rumah-rumah, para pejuang Perlawanan Islam di Lebanon pada pukul 12:00 tanggal 30-03-2026 menargetkan pangkalan angkatan laut Haifa di kota Haifa yang diduduki dengan rudal-rudal unik.”
Menargetkan Basis Intelijen Glilot (Unit 8200)
Dalam operasi terpisah yang dijelaskan dalam Pernyataan No. 12, Hizbullah mengonfirmasi serangan terhadap salah satu pusat intelijen paling sensitif milik rezim Israel.
“Dalam membela Lebanon dan rakyatnya, serta sebagai respons atas pemboman berkelanjutan terhadap warga sipil, pengusiran mereka, dan penghancuran rumah-rumah, para pejuang Perlawanan Islam hari ini, Senin pukul 11:00 tanggal 30-03-2026 menargetkan basis Glilot, yang merupakan markas Unit Intelijen Militer 8200 tentara rezim Zionis, yang terletak 110 kilometer dari perbatasan Lebanon–Palestina yang diduduki, dengan rudal-rudal unik.”
Serangan yang berlangsung berurutan ini mencerminkan eskalasi terkoordinasi oleh front perlawanan, yang menargetkan infrastruktur militer strategis di darat dan laut jauh di dalam wilayah pendudukan.
Hizbullah menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan respons langsung terhadap tindakan militer Israel yang terus menargetkan warga sipil Lebanon, termasuk pemboman, pengusiran paksa, dan penghancuran kawasan permukiman.
Perluasan Jangkauan Operasional
Penargetan simultan terhadap Haifa dan Glilot menunjukkan perluasan jangkauan operasional serta peningkatan presisi kemampuan rudal Hizbullah.
Dengan menghantam fasilitas angkatan laut dan intelijen sekaligus, operasi ini menunjukkan fokus pada pelumpuhan fungsi militer vital rezim Israel sambil mempertahankan tekanan berkelanjutan di berbagai domain.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa operasi perlawanan masih terus berlangsung, dengan perkembangan lebih lanjut diperkirakan akan terjadi seiring eskalasi yang terus berlanjut. (FG)



