Hizbullah Umumkan Kesyahidan 8 Pejuang dalam Serangan Udara Israel di Lebanon
Gerakan tersebut mengecam agresi Israel di Bekaa dan menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil dan pejuang tidak akan mematahkan jalan perlawanan
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM — Hizbullah mengumumkan kesyahidan delapan pejuangnya setelah apa yang disebut sebagai serangan udara brutal Israel di wilayah Bekaa, Lebanon timur.
Dalam pernyataan resmi yang dilansir Kantor Berita Tasnim, Hizbullah menyatakan bahwa para syuhada gugur dalam serangan Israel pada Jumat malam yang menargetkan wilayah sekitar kota Taminine, dekat Baalbek.
Nama-Nama Pejuang yang Gugur Syahid
Hizbullah merilis nama delapan pejuang yang gugur, sebagai penghormatan atas pengorbanan mereka dalam membela Lebanon dan perjuangan perlawanan:
Komandan Syahid: Hussein Mohammad Yaghi — Abu Ali Sadeq
Pejuang Syahid: Mohammad Ibrahim al-Mousawi — Ali Hussein
Pejuang Syahid: Ali Zaid al-Mousawi — Nasser
Pejuang Syahid: Hussein Khairallah Alaeddine — Radwan
Pejuang Syahid: Ahmad Hussein al-Hajj Hassan — Mujahid
Pejuang Syahid: Qassem Ali Mahdi — Abdul Muttalib
Pejuang Syahid: Ahmad Mohammad Zaiter — Ashtar
Pejuang Syahid: Hasnain Yasser al-Sablani — Azab
Pesawat Tempur Israel Bombardir Kawasan Permukiman di Bekaa
Menurut sumber-sumber Lebanon, pesawat tempur Israel melancarkan sejumlah serangan udara pada Jumat malam, menargetkan pinggiran kota Taminine di dekat Baalbek, wilayah Bekaa. Sedikitnya empat bangunan permukiman dihantam dalam serangan tersebut, menyebabkan kerusakan besar.
Pasukan pendudukan juga menargetkan jalan-jalan utama yang menghubungkan Riyaq dan Baalbek, rute Taminine–al-Tahta, serta dataran Qasr Naba, yang semakin membahayakan warga sipil dan mengganggu aktivitas harian.
Warga Sipil Tewas dan Terluka saat Agresi Berlanjut
Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa sejumlah warga sipil Lebanon lainnya tewas dan terluka dalam serangan tersebut, menegaskan apa yang oleh para pengamat disebut sebagai kebijakan hukuman kolektif dan kekerasan tanpa pandang bulu yang terus dilakukan Israel.
Seperti dalam serangan-serangan sebelumnya, militer Israel mengklaim menargetkan posisi Hizbullah sebagai upaya pembenaran atas kejahatan berkelanjutan terhadap warga sipil Lebanon. Serangan tersebut mengakibatkan kehancuran sejumlah bangunan permukiman dan infrastruktur sipil.
Perlawanan Tetap Teguh di Tengah Eskalasi
Agresi terbaru ini terjadi di tengah eskalasi berkelanjutan serangan Israel di berbagai wilayah Lebanon, termasuk serangan sebelumnya di kawasan selatan seperti kamp pengungsi Ain al-Hilweh.
Meski serangan terus meningkat, Hizbullah berulang kali menegaskan bahwa agresi Israel hanya akan memperkuat tekad perlawanan dan memperdalam persatuan Lebanon dalam menghadapi pendudukan dan agresi. (FG)


