Imam Jumat Teheran: Tak Ada Lagi yang Berani Serang Iran
Imam Jumat Teheran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan gagal, memperingatkan agar tidak mempercayai Trump, serta menekankan persatuan, kewaspadaan, dan keteguhan
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Ayatullah Sayyed Ahmad Khatami, Imam Salat Jumat Teheran pekan ini, dalam khutbahnya menyinggung jalannya perundingan dan perilaku pihak Amerika, dengan menyatakan bahwa di antara para presiden dunia, tidak ada yang lebih cenderung berbohong selain Donald Trump.
Ia menyebutkan bahwa Trump memposting hingga 14 cuitan dari malam hingga pagi, dan dalam kurun empat tahun telah melontarkan tiga ribu kebohongan—rata-rata 22 kebohongan per hari. Ia menegaskan bahwa sosok seperti itu harus dihadapi dengan ketidakpercayaan penuh.
Ia memuji kinerja tim negosiasi Republik Islam Iran, seraya menambahkan bahwa begitu delegasi melihat Amerika Serikat mengajukan tuntutan berlebihan, mereka langsung meninggalkan meja perundingan. Ia mengatakan bahwa pihak Amerika berupaya meraih di meja perundingan apa yang gagal mereka capai di medan perang.
Apresiasi terhadap Lembaga Dalam Negeri dan Harapan Publik
Ayatullah Khatami juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya lembaga eksekutif dan yudikatif, dengan menyatakan bahwa para pejabat pemerintah tidak membiarkan rakyat menghadapi kesulitan selama periode ini.
Ia juga berterima kasih kepada lembaga peradilan atas penanganan yang akurat, cepat, dan adil terhadap para agen musuh serta penyitaan aset mereka. Namun, ia menambahkan bahwa ketika masyarakat melihat aparat keamanan menangkap agen musuh, mereka juga mengharapkan adanya hukuman.
Merujuk pada karakteristik tim negosiasi, ia mengatakan bahwa para perunding berasal dari kalangan rakyat—seperti mereka yang hadir dalam Salat Jumat—dan bahwa mereka langsung meninggalkan meja perundingan ketika menyadari adanya tuntutan berlebihan dari pihak Amerika.
Peringatan terhadap Musuh dan Penekanan pada Persatuan
Ia melanjutkan dengan menyatakan bahwa tidak ada lagi pihak yang berani menyerang Iran. Ia mengatakan bahwa serangan mungkin saja terjadi, namun tidak akan menghasilkan apa pun, dan Revolusi ini akan tetap bertahan.
Ayatullah Khatami, mengingatkan pesan Pemimpin Revolusi Islam, menyatakan bahwa bahkan senyuman musuh pun harus disikapi dengan ketidakpercayaan—terutama musuh seperti Trump yang merupakan perwujudan kebohongan.
Merujuk pada kondisi gencatan senjata, ia menegaskan bahwa selama masa tersebut, kepercayaan kepada Allah dan kehadiran rakyat di lapangan memiliki arti yang sangat penting.
Imam Jumat Teheran itu juga menekankan pentingnya ketaatan kepada Pemimpin, dengan menyatakan bahwa tidak boleh melangkah terlalu maju atau tertinggal, melainkan harus berjalan seiring dengan Wilayah. Imam, pemimpin syahid, dan pemimpin ketiga Revolusi, semuanya selalu menekankan pentingnya persatuan.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa rakyat tidak akan tunduk pada negosiasi dalam kondisi penghinaan. (FG)


