Imam Khamenei: Bangsa Iran Teguh pada Prinsipnya, Sabotase Dukungan Trump Akan Gagal
Pemimpin Iran menegaskan persatuan nasional akan mengalahkan semua musuh, memperingatkan para perusuh pro-Trump, dan menegaskan Republik Islam tidak akan menoleransi kolaborator maupun tentara bayaran
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Pemimpin Revolusi Islam dan Republik Islam Iran, Imam Sayyed Ali Khamenei, menegaskan bahwa rakyat Iran tetap teguh berpegang pada prinsip-prinsipnya dan akan mengalahkan setiap musuh melalui persatuan dan keteguhan.
Berbicara di hadapan massa besar di Hussainiya Imam Khomeini di Teheran, pada peringatan bangkitnya rakyat Qom, Imam Khamenei menyatakan bahwa bangsa Iran yang bersatu mampu mengalahkan semua lawan, tanpa memandang tekanan eksternal maupun sabotase internal.
“Rakyat Iran yang bersatu akan mengalahkan setiap musuh,” ujarnya, seraya menyampaikan pesan langsung kepada mantan presiden Amerika Serikat:
“Trump harus mengetahui bahwa semua tiran tumbang ketika mereka berada di puncak kekuasaan mereka.”
Sabotase untuk Menyenangkan Trump
Imam Khamenei menekankan bahwa aksi kekacauan dan perusakan yang terjadi baru-baru ini di Iran bukanlah peristiwa spontan, melainkan upaya bermotif politik yang ditujukan untuk menyenangkan Washington.
Ia menyatakan bahwa para perusuh dan penyabot dengan sengaja berusaha memicu kekacauan dan kehancuran demi memuaskan Donald Trump, seraya menjelaskan bahwa tindakan-tindakan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan aspirasi sejati rakyat Iran.
“Tidak ada kata mundur dalam menghadapi para perusuh,” tegas Imam Khamenei, seraya menegaskan bahwa upaya mendestabilisasi Iran melalui vandalisme dan kerusuhan pasti akan gagal.
Ia juga menekankan bahwa Republik Islam tidak akan menerima kolaborasi dengan musuh, dan bahwa kesetiaan kepada kekuatan asing merupakan pengkhianatan terhadap martabat dan kedaulatan bangsa.
Nol Toleransi bagi Tentara Bayaran dan Kolaborator
Menegaskan kembali fondasi revolusioner Iran, Imam Khamenei menyatakan secara tegas bahwa rakyat Iran tidak mundur sejengkal pun dari prinsip-prinsipnya.
Ia menekankan bahwa bangsa ini menolak agen, kolaborator, dan tentara bayaran yang bertindak demi kepentingan asing, serta menegaskan bahwa Iran akan menunjukkan nol toleransi terhadap siapa pun yang bekerja atas nama musuh eksternal.
“Ini adalah upaya untuk melemahkan negara dari dalam,” ujarnya, seraya menyerukan kepada rakyat Iran untuk menjaga persatuan sebagai senjata paling ampuh menghadapi agenda-agenda bermusuhan.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah terjadinya aksi kerusuhan dan sabotase yang menyusup ke dalam protes-protes damai terkait kondisi ekonomi. Insiden-insiden ini telah menyebabkan gugurnya personel kepolisian Iran, sementara pihak berwenang terus memburu para pelaku kekerasan, perusakan, dan penghancuran fasilitas umum.
Pidato Imam Khamenei menegaskan kembali ketangguhan ideologis Iran, mengungkap peran agitasi yang terhubung dengan Amerika Serikat, serta menekankan komitmen Republik Islam yang tak tergoyahkan terhadap kemerdekaan, kedaulatan, dan prinsip-prinsip revolusioner di bawah kepemimpinan Ayatollah Sayyed Ali Khamenei. (FG)


