Imam Khamenei: Buat Musuh Kecewa dengan Kehendak dan Keteguhan
Pemimpin Republik Islam menegaskan kehadiran massal dan persatuan nasional memaksa para agresor mundur dari rencana mereka terhadap Iran
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyed Ali Khamenei, menyerukan kepada bangsa Iran untuk menunjukkan kehendak, persatuan, dan keteguhan mereka pada 22 Bahman, dengan mendorong rakyat agar “mengecewakan musuh” melalui partisipasi massal dan keteguhan yang tak tergoyahkan.
Dalam pesan televisi yang disampaikan menjelang peringatan ke-47 kemenangan Revolusi Islam, Imam Khamenei menggambarkan 22 Bahman sebagai manifestasi tahunan kekuatan dan martabat nasional Iran.
22 Bahman: Manifestasi Kekuatan Nasional
Imam Khamenei menyatakan bahwa 22 Bahman merupakan penyingkapan terbuka kekuatan bangsa Iran, seraya menggambarkan rakyat sebagai pihak yang bermotivasi tinggi, bertekad kuat, sadar, dan berakar kokoh pada kepentingan nasional mereka.
Ia mengingatkan bahwa pada 22 Bahman pertama tahun 1979, bangsa Iran meraih kemenangan bersejarah dengan membebaskan diri dan negaranya dari dominasi asing—sebuah intervensi yang terus diupayakan untuk dipulihkan oleh kekuatan-kekuatan bermusuhan selama beberapa dekade berikutnya.
Mobilisasi Rakyat yang Tak Tertandingi
Menyoroti keunikan pawai tahunan peringatan Revolusi Islam Iran, Imam Khamenei menegaskan bahwa tidak ada bandingannya di mana pun di dunia: puluhan tahun setelah kemerdekaan, sebuah bangsa masih memperingati hari nasionalnya dengan mobilisasi massal berskala nasional, dari tahun ke tahun.
Ia menekankan bahwa rakyat Iran, dengan turun ke jalan, secara nyata menampilkan kehadiran mereka dan memaksa pihak-pihak yang menyimpan ambisi terhadap Iran, sistem Islaminya, serta kepentingan nasionalnya untuk mundur.
Kekuatan Nasional Berakar pada Kehendak Rakyat
Pemimpin Revolusi menegaskan bahwa kekuatan nasional tidak terutama ditentukan oleh persenjataan militer, melainkan oleh kehendak, persatuan, dan daya tahan rakyat.
“Kekuatan terbentuk oleh tekad bangsa-bangsa,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa musuh-musuh Iran harus dibuat putus asa; selama mereka masih menyimpan harapan, bangsa-bangsa akan tetap rentan terhadap tekanan dan bahaya.
Menurut Imam Khamenei, persatuan, kekuatan intelektual, motivasi, serta ketahanan terhadap manipulasi musuh merupakan pilar-pilar utama yang membentuk kekuatan nasional sejati.
Pemuda, Kemajuan, dan Loyalitas Revolusioner
Imam Khamenei menyatakan harapannya agar pemuda Iran terus melangkah maju di seluruh bidang—ilmu pengetahuan, aksi, etika, pertumbuhan spiritual, dan pembangunan material—serta membawa kehormatan dan kebanggaan bagi negara.
Ia mengatakan bahwa 22 Bahman melambangkan seluruh dimensi tersebut, ketika rakyat dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul di jalan-jalan, meneriakkan slogan, menyuarakan kebenaran, menyatakan solidaritas, dan menegaskan kembali kesetiaan mereka kepada Republik Islam.
Menutup pidatonya, Imam Khamenei menyampaikan keyakinan bahwa 22 Bahman tahun ini akan semakin memperkuat martabat dan keagungan bangsa Iran, memaksa kekuatan asing, pemerintah-pemerintah, dan para aktor global untuk menunjukkan kerendahan hati di hadapan kehendak rakyat Iran.
Pesan ini disampaikan di tengah berlanjutnya permusuhan terhadap Iran dan Poros Perlawanan yang lebih luas, menegaskan kembali posisi Teheran bahwa persatuan rakyat dan keteguhan tetap menjadi kekuatan penentu melawan agresi, dominasi, dan tekanan yang didukung Zionis. (FG)


