Intelijen Amerika: Perang AS-Israel Lawan Iran Beri Keuntungan Besar bagi China
Penilaian rahasia Pentagon menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah melemahkan posisi Washington di bidang diplomatik, militer, ekonomi, dan informasi.
Amerika Serikat, FAKTAGLOBAL.COM — Sebuah penilaian intelijen rahasia Amerika Serikat menyimpulkan bahwa perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah menciptakan peluang strategis besar bagi China, sekaligus melemahkan pengaruh Washington di bidang diplomatik, informasi, militer, dan ekonomi, menurut laporan The Washington Post.
Analisis tersebut disusun oleh Direktorat Intelijen Joint Staff untuk Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, dan mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di Pentagon bahwa konflik tersebut telah menimbulkan konsekuensi yang jauh melampaui kawasan Asia Barat.
Alih-alih mengisolasi Iran, perang tersebut justru menggerus kredibilitas Amerika Serikat, menguras sumber daya militer yang sangat penting, dan memungkinkan China memperdalam pengaruh diplomatik serta ekonominya di Teluk Persia dan kawasan Indo-Pasifik.
China Memperoleh Keuntungan Strategis Saat Legitimasi Amerika Serikat Merosot
Menurut laporan itu, Beijing memanfaatkan perang tersebut untuk menggambarkan Amerika Serikat sebagai negara yang bertindak di luar hukum internasional, karena kampanye militer itu dilancarkan tanpa persetujuan Kongres Amerika Serikat maupun Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Hal ini memberi China kesempatan untuk menantang citra Washington yang selama ini mengklaim dirinya sebagai pembela apa yang disebut sebagai “tatanan internasional berbasis aturan.”
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Beijing memperluas pendekatannya kepada negara-negara di Teluk Persia dan Indo-Pasifik, sembari menawarkan pasokan bahan bakar jet dan teknologi energi hijau kepada sejumlah negara, termasuk Thailand, Australia, dan Filipina.
Sumber Daya Militer Amerika Serikat Terkuras
Penilaian intelijen tersebut memperingatkan bahwa perang ini telah secara signifikan mengurangi persediaan rudal jelajah dan pencegat pertahanan udara milik Amerika Serikat, dua aset yang dianggap sangat penting dalam setiap kemungkinan konfrontasi terkait Taiwan.
The Washington Post juga mencatat dalam laporan sebelumnya bahwa serangan rudal dan drone Iran menimbulkan kerusakan yang jauh lebih besar terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan daripada yang diakui secara terbuka oleh Washington, dengan sedikitnya 228 bangunan dan peralatan dilaporkan rusak atau hancur.
Pada saat yang sama, China memperoleh wawasan berharga mengenai cara kerja militer Amerika Serikat dan telah menyesuaikan perencanaan strategisnya berdasarkan pengamatan tersebut.
Beijing Menolak Tekanan Washington
China berulang kali menyerukan penghentian perang dan mengecam aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Setelah Washington menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah kilang China karena tetap melanjutkan hubungan bisnis dengan Teheran, Beijing dilaporkan memerintahkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk tidak mematuhi pembatasan itu.
Penilaian intelijen rahasia tersebut menegaskan realitas yang semakin diakui di kalangan strategis Amerika Serikat: perang terhadap Iran telah melemahkan posisi Washington, sekaligus mempercepat kebangkitan China dan transisi menuju tatanan dunia yang semakin multipolar. (FG)


