Intelijen IRGC Peringatkan Musuh: Tanggapi Ancaman Kami dengan Serius
Iran menyatakan agresi gagal AS-Israel dan runtuhnya kampanye tekanan anti-Iran membuktikan asumsi Washington keliru, sementara Teheran tetap mempertahankan dominasi strategis atas Selat Hormuz.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan kekuatan-kekuatan musuh agar menganggap serius ancaman Iran, seraya menegaskan bahwa konfrontasi militer dan perkembangan strategis terbaru telah menghancurkan asumsi Gedung Putih mengenai kemungkinan melancarkan perang cepat dan mudah terhadap Republik Islam Iran.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui akun media sosial resminya, Organisasi Intelijen IRGC menyebut bahwa serangan gagal pada 13 Juni dan 28 Februari, bersama runtuhnya kampanye blokade terhadap Iran pada 12 April, telah memperlihatkan kegagalan perhitungan strategis Washington.
“Setelah serangan sia-sia pada 13 Juni dan 28 Februari serta runtuhnya pengepungan 12 April, asumsi keliru Gedung Putih mengenai operasi cepat dan mudah terhadap Iran terbukti salah,” bunyi pernyataan tersebut.
Menurut Organisasi Intelijen IRGC, lembaga-lembaga intelijen Amerika Serikat kini menyimpulkan bahwa “waktu tidak berpihak pada Amerika” dan bahwa inisiatif serta ancaman Iran harus dipandang serius apabila Washington ingin keluar dari apa yang mereka sebut sebagai “jebakan berlapis.”
Pezeshkian: Iran Tidak Akan Pernah Tunduk kepada Kekuatan Asing
Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyampaikan pesan tegas dalam acara “Iranian Narrators”, di mana berbagai institusi pemerintah mempresentasikan laporan aktivitas dan pencapaian mereka.
“Dalam keadaan apa pun saya tidak akan menundukkan kepala di hadapan kekuatan mana pun. Kami tidak akan mengorbankan kehormatan dan martabat negara kami,” tegas Pezeshkian.
Presiden Iran tersebut kemudian bertemu dengan Mayor Jenderal Amir Hatami, Panglima Angkatan Darat Republik Islam Iran, dan memuji angkatan bersenjata atas apa yang ia gambarkan sebagai respons kuat dan cerdas terhadap agresi Amerika dan Zionis.
Teheran Perluas Dukungan bagi Modernisasi Militer
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Mayor Jenderal Amir Hatami, Presiden Masoud Pezeshkian memuji angkatan bersenjata Iran atas respons kuat dan cerdas mereka terhadap agresi Amerika dan Zionis.
Ia menyatakan bahwa militer Iran menunjukkan kesiapan operasional tingkat tinggi, superioritas intelijen, kohesi komando, dan kemampuan tempur efektif dalam konfrontasi-konfrontasi terbaru.
Menurut presiden Iran itu, pasukan Iran berhasil menggagalkan tujuan musuh terhadap bangsa Iran.
Pezeshkian menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung sepenuhnya rencana-rencana untuk memperluas kemampuan militer Iran, termasuk dukungan logistik, modernisasi peralatan militer, penguatan infrastruktur operasional, dan peningkatan daya tangkal negara.
“Pemerintah berdiri di samping angkatan bersenjata dengan seluruh kapasitasnya,” katanya.
Presiden Iran itu juga menyoroti pentingnya koordinasi antara institusi negara dan angkatan bersenjata di tengah meningkatnya ketegangan regional, serta menggambarkan kesiapan militer dan persatuan nasional sebagai pilar utama keamanan dan stabilitas Iran dalam menghadapi perang hibrida musuh.
Angkatan Bersenjata Iran Nyatakan Kesiapan Tempur Penuh
Mayor Jenderal Amir Hatami memberikan laporan kepada presiden mengenai perkembangan operasional terbaru, misi militer, dan langkah-langkah pertahanan yang dijalankan Angkatan Darat Iran dalam menghadapi aktivitas musuh.
Hatami menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah memanfaatkan pengalaman medan perang dari konfrontasi-konfrontasi terbaru untuk meningkatkan kesiapan operasional, koordinasi antar-pasukan, dan kemampuan dukungan tempur.
Ia menegaskan bahwa Angkatan Darat Iran tetap siap sepenuhnya untuk memberikan “respons tegas, membuat musuh menyesal, dan sepadan” terhadap setiap agresi atau tindakan permusuhan terhadap Iran.
Hatami juga menekankan “semangat jihad, revolusioner, dan pengorbanan” personel militer Iran, serta menyatakan bahwa pasukan Iran siap sepenuhnya membela kemerdekaan, martabat, integritas wilayah, dan keamanan nasional negara tersebut.
Laporan Jepang Soroti Kekuatan Strategis Iran atas Infrastruktur Internet Global
Sementara itu, sebuah laporan media Jepang menyebut bahwa Iran memiliki kemampuan untuk menegaskan dominasinya atas kabel internet yang melintasi Selat Hormuz tanpa harus melancarkan serangan militer langsung terhadap kabel-kabel tersebut.
Menurut laporan yang diterbitkan Japan Times, Teheran dapat mengendalikan situasi hanya dengan mencegah operasi pemeliharaan dan perbaikan kabel internet bawah laut yang melintasi jalur strategis itu.
Salah satu kabel paling penting yang melewati Selat Hormuz adalah cabang sistem kabel AAE-1 yang menghubungkan Asia, Afrika, dan Eropa, membentang dari Hong Kong hingga Italia dan Prancis.
Laporan tersebut mencatat bahwa kabel-kabel itu membawa volume data global yang sangat besar, termasuk email, video, lalu lintas media sosial, transaksi keuangan, dan komunikasi pemerintahan.
Laporan itu menambahkan bahwa Iran dapat secara langsung menargetkan infrastruktur tersebut atau menghalangi perusahaan pemasangan dan pemeliharaan kabel untuk beroperasi di kawasan.
Laporan Jepang itu juga mengakui bahwa pasukan militer AS gagal menghentikan operasi Iran di sepanjang garis pantai panjang negara itu di Teluk Persia dan menyatakan bahwa Teheran tetap mempertahankan “kemampuan militer yang signifikan.”
Posisi Regional Iran Terus Menguat
Pernyataan para pejabat Iran dan IRGC itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah berbulan-bulan konfrontasi antara Iran, Amerika Serikat, dan rezim Israel.
Para pejabat Iran semakin menggambarkan konfrontasi terbaru sebagai bukti bahwa Washington dan Tel Aviv gagal menghancurkan kemampuan militer Iran maupun melemahkan pengaruh strategisnya di Asia Barat.
Teheran juga terus menekankan pentingnya Selat Hormuz secara strategis, bukan hanya sebagai jalur vital energi global, tetapi juga sebagai titik tekanan geopolitik yang mampu memengaruhi infrastruktur militer, ekonomi, dan komunikasi lintas benua. (FG)




