Iran-AS Finalisasi MoU, Washington Setujui Penghentian Perang di Seluruh Front
Trump menyatakan kesepakatan telah final, sementara Teheran mengonfirmasi bahwa Washington menerima penghentian perang di seluruh front serta pencabutan blokade maritim terhadap Iran s
Iran, FAKTAGLOBAL.COM – Republik Islam Iran dan Amerika Serikat telah memfinalisasi Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait penghentian perang setelah berbulan-bulan negosiasi intensif, dengan Washington menyetujui penghentian operasi militer di seluruh front serta pencabutan blokade maritim terhadap Iran.
Perkembangan tersebut diumumkan secara terpisah oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Dalam pernyataan resminya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi bahwa teks nota kesepahaman mengenai perundingan penghentian perang telah difinalisasi pada malam 24 Khordad 1405 (14 Juni 2026) setelah melalui proses negosiasi yang panjang dan intensif.
Penandatanganan resmi nota kesepahaman dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 29 Khordad 1405 (19 Juni 2026).
Shehbaz Sharif Umumkan Kesepahaman Tercapai
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa kesepahaman antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat telah tercapai setelah serangkaian perundingan intensif.
Menurut Sharif, kedua pihak telah menyepakati penghentian segera dan permanen operasi militer di seluruh front, termasuk Lebanon.
Ia menyatakan bahwa upacara resmi penandatanganan akan dilaksanakan di Swiss pada 19 Juni.
Sharif juga menyampaikan apresiasi kepada Iran dan Amerika Serikat atas komitmen mereka dalam menempuh solusi diplomatik, serta berterima kasih kepada Qatar, Arab Saudi, Turki, dan para mediator lain yang terlibat dalam proses tersebut.
Menurutnya, para mediator akan memfasilitasi serangkaian pertemuan lanjutan dalam beberapa hari mendatang sebagai bagian dari persiapan implementasi kesepahaman dan perundingan teknis berikutnya.
Trump: Kesepakatan Telah Final
Tak lama kemudian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah sepenuhnya final.
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali bagi pelayaran internasional dan blokade maritim terhadap Iran akan segera dihentikan.
Ia juga menyerukan dimulainya kembali lalu lintas pelayaran global dan perdagangan energi setelah tercapainya kesepahaman tersebut.
Pernyataan Trump menandai pengakuan resmi Washington terhadap kesepahaman yang dicapai setelah berbulan-bulan negosiasi.
Laporan Media Ungkap Dinamika Menjelang Kesepakatan
Sejumlah laporan media yang muncul beberapa jam sebelum pengumuman kesepahaman memberikan gambaran mengenai intensitas perkembangan pada tahap akhir negosiasi.
Axios melaporkan bahwa Trump marah kepada Benjamin Netanyahu setelah agresi Israel terhadap Lebanon dinilai membahayakan kesepakatan yang telah mendekati tahap penyelesaian.
Laporan tersebut menyebut bahwa Trump memperingatkan agar tidak terjadi eskalasi baru yang dapat menggagalkan proses negosiasi.
Channel 12 Israel kemudian melaporkan bahwa Washington menawarkan insentif tambahan kepada Iran guna mencegah terjadinya serangan terhadap Israel. Namun laporan itu menyebut Teheran menolak tawaran tersebut dan menegaskan bahwa sekutu-sekutunya tidak untuk diperjualbelikan.
Laporan terpisah juga menyebut adanya tawaran senilai 12 miliar dolar yang ditolak Iran sebagai imbalan untuk tidak melakukan serangan terhadap Israel.
Sementara itu, Ynet melaporkan bahwa Trump bahkan mempertimbangkan pencabutan sepihak blokade maritim terhadap Iran sebagai bagian dari upaya mencegah eskalasi lebih lanjut.
Pada saat yang sama, Tasnim melaporkan penghentian sementara penerbangan di wilayah barat Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Laporan: Washington Tawarkan Konsesi Tambahan
Menjelang tercapainya kesepahaman, sejumlah media Iran melaporkan adanya perubahan posisi dari pihak Amerika Serikat.
Entekhab melaporkan bahwa Washington pada akhirnya menawarkan konsesi baru yang lebih serius terkait Lebanon, bersamaan dengan percepatan pencabutan berbagai pembatasan terhadap Iran.
Fars juga melaporkan bahwa salah satu isu yang dibahas adalah penarikan penuh Israel dari Lebanon, yang disebut sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan dan menghindari respons langsung dari Iran.
Laporan-laporan tersebut muncul hanya beberapa jam sebelum diumumkannya finalisasi nota kesepahaman.
Teheran Konfirmasi Penghentian Perang dan Berakhirnya Blokade
Dalam pernyataannya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa perang dan operasi militer di seluruh front, termasuk Lebanon, akan berakhir secara segera dan permanen.
Pernyataan tersebut juga mengonfirmasi penghentian penuh dan segera blokade maritim terhadap Iran.
Teheran menambahkan bahwa perundingan menuju kesepakatan final akan berlanjut setelah pelaksanaan komitmen yang tercantum dalam nota kesepahaman.
Iran juga menyampaikan apresiasi kepada Pakistan dan Qatar atas peran mereka dalam memfasilitasi proses negosiasi.
Iran: Keteguhan Rakyat dan Front Perlawanan Membuahkan Hasil
Media pemerintah Iran menggambarkan perkembangan tersebut sebagai hasil dari keteguhan rakyat Iran, kesiapan Angkatan Bersenjata, serta peran Front Perlawanan selama periode konfrontasi.
Televisi Republik Islam Iran (IRIB) menyatakan bahwa Amerika Serikat pada akhirnya menerima penghentian perang setelah menghadapi keteguhan rakyat Iran dan kekuatan militer negara tersebut.
“Dengan kekuatan, keteguhan, dan perlawanan berani Angkatan Bersenjata serta rakyat dalam menghadapi musuh kriminal, Amerika dipaksa menerima berakhirnya perang,” demikian pernyataan yang disiarkan IRIB.
Penyiar tersebut juga menyatakan bahwa Republik Islam Iran berhasil memaksakan kehendaknya kepada musuh Amerika-Zionis sehingga Washington menerima penghentian perang di seluruh front.
Penilaian serupa disampaikan Markas Pusat Khatam al-Anbiya yang menyatakan bahwa rakyat Iran, Angkatan Bersenjata, dan Front Perlawanan berhasil memaksakan kehendak mereka kepada musuh Amerika dan Zionis.
Menjelang pengumuman resmi kesepahaman, Komandan Pasukan Dirgantara Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Majid Mousavi, menyerukan persatuan nasional dan kepatuhan terhadap arahan Pemimpin Revolusi Islam.
Dalam pesannya kepada rakyat Iran, Mousavi meminta masyarakat untuk tetap berdiri di belakang kepemimpinan Revolusi Islam dan menghindari segala pernyataan maupun tindakan yang dapat mengganggu persatuan nasional.
Ia menegaskan bahwa bangsa Iran harus tetap berpegang pada jalan yang digariskan Imam Khomeini dan mengikuti Wilayah al-Faqih tanpa menyimpang dari prinsip-prinsip yang telah menjadi fondasi Republik Islam.
Meski nota kesepahaman telah difinalisasi dan penghentian perang telah diumumkan, proses menuju kesepakatan final masih akan berlanjut melalui tahap implementasi dan perundingan lanjutan sesuai kerangka yang telah disepakati kedua pihak. (PW)







