Iran Kecam Kemunafikan AS soal Klaim “Kepedulian terhadap Rakyat Iran”
Teheran Tegaskan Retorika Washington Menutupi Agresi Militer, Sanksi Ilegal, dan Keterlibatan dalam Rezim Genosida
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Republik Islam Iran dengan keras mengecam apa yang disebutnya sebagai kemunafikan terang-terangan Amerika Serikat dalam mengklaim “kepedulian terhadap rakyat Iran,” sementara pada saat yang sama Washington terus menjalankan kebijakan agresi, pemaksaan, dan hukuman kolektif terhadap Iran dan para wakil resminya.
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan melalui akun resmi Kementerian Luar Negeri Iran, Teheran menanggapi langkah-langkah ilegal yang terus diberlakukan Washington terhadap misi diplomatik Iran di New York, dan mengecamnya sebagai bagian dari pola permusuhan dan intimidasi yang sistematis.
Agresi AS, Sanksi, dan Keterlibatan dalam Kejahatan Israel
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa agresi militer terhadap Iran, kerja sama dengan rezim genosida dalam pembunuhan warga Iran, penerapan sanksi ilegal, serta penyalahgunaan hak istimewa Amerika Serikat sebagai negara tuan rumah Perserikatan Bangsa-Bangsa semuanya bersumber dari satu hal yang sama: pengabaian terbuka rezim AS terhadap prinsip moral dan kemanusiaan, hukum internasional, serta Piagam PBB.
Pernyataan tersebut secara langsung mengaitkan perilaku Washington dengan dukungannya yang tanpa syarat terhadap Israel sebagai rezim genosida, menegaskan bahwa dukungan politik, militer, dan diplomatik AS memungkinkan kejahatan-kejahatan Israel berlangsung, sementara Washington secara munafik memosisikan diri sebagai pembela hak asasi manusia.
Teheran menegaskan bahwa tindakan-tindakan ini membongkar hakikat sejati kebijakan AS — sebuah kebijakan yang berakar pada dominasi, kekerasan, dan impunitas, bukan pada kepedulian terhadap nyawa warga sipil.
Klaim “Kepedulian terhadap Rakyat Iran” adalah Murni Penipuan
Kementerian Luar Negeri Iran dengan tajam mengkritik upaya Departemen Luar Negeri AS untuk membenarkan pelanggaran-pelanggaran ini melalui slogan munafik dan menipu berupa “kepedulian terhadap rakyat Iran.”
Menurut pernyataan tersebut, sanksi ilegal yang menargetkan rakyat Iran serta pembatasan melanggar hukum terhadap para perwakilan Iran di PBB merupakan pelanggaran langsung terhadap hak asasi manusia yang paling mendasar dan norma-norma diplomatik internasional.
Iran juga memperingatkan bahwa Washington secara sengaja menyalahgunakan perannya sebagai negara tuan rumah PBB untuk mengubahnya menjadi instrumen politik luar negeri yang bersifat menggertak, dengan tujuan mengintimidasi negara-negara anggota PBB melalui pelecehan terhadap para diplomat mereka.
“Pemenuhan kewajiban sebagai negara tuan rumah PBB bukanlah bentuk kemurahan hati,” tegas pernyataan tersebut, “melainkan kewajiban hukum yang mengikat berdasarkan Perjanjian Markas Besar tahun 1946.”
Perilaku Amerika Serikat ini mencerminkan penghinaan sistematis terhadap hukum internasional dan menegaskan bahwa retorika Washington tentang nilai-nilai kemanusiaan semata-mata digunakan sebagai kedok untuk pemaksaan, agresi, dan perlindungan terhadap kejahatan-kejahatan Israel. (FG)


