Iran Luncurkan Operasi Balasan Multi-Front terhadap Target Militer AS
Serangan rudal dan drone menghantam pangkalan-pangkalan militer Amerika di Kuwait dan Bahrain setelah serangan AS terhadap Iran, sementara ledakan juga dilaporkan mengguncang markas kelompok separatis
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Iran melancarkan operasi balasan berskala luas terhadap target-target militer Amerika di Asia Barat pada Rabu dini hari, dengan menyerang instalasi militer AS di Kuwait dan Bahrain serta menargetkan markas kelompok militan separatis di Kurdistan Irak, menyusul serangkaian serangan Amerika terhadap aset-aset Iran.
Eskalasi ini terjadi setelah pasukan AS menyerang sebuah kapal tanker minyak Iran di dekat Selat Hormuz dan menghantam menara komunikasi Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di bagian selatan Pulau Qeshm.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Kantor Hubungan Masyarakat IRGC mengumumkan bahwa Iran telah melaksanakan operasi rudal dan drone balasan terhadap target-target Amerika sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai agresi AS.
Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain Diserang
Militer Kuwait mengonfirmasi adanya serangan rudal dan drone pada Rabu dini hari, dengan sirene peringatan serangan udara diaktifkan di berbagai wilayah negara tersebut sementara sistem pertahanan udara merespons proyektil yang datang.
Video-video yang beredar di media sosial menunjukkan sirene peringatan berbunyi di sejumlah kawasan Kuwait ketika sistem pertahanan udara di instalasi militer Amerika diaktifkan.
Ledakan dilaporkan terjadi di kawasan Al-Surra, Kuwait selatan, serta di Pangkalan Udara Ali Al-Salem yang menjadi lokasi penempatan pasukan AS. Laporan juga menyebutkan bahwa Pangkalan Militer Arifjan di Kuwait selatan turut menjadi sasaran.
Rekaman lainnya memperlihatkan rudal-rudal balistik diluncurkan dari Iran bagian barat, bertepatan dengan serangan terhadap posisi-posisi Amerika di Kuwait. Beberapa gelombang rudal diluncurkan selama operasi berlangsung, sementara aktivitas pertahanan udara terus terlihat di berbagai wilayah negara tersebut.
Secara bersamaan, ledakan dan peringatan serangan udara juga dilaporkan terjadi di Bahrain. Sirene peringatan berbunyi di fasilitas-fasilitas militer Amerika, sementara sistem pertahanan udara diaktifkan.
Ledakan dilaporkan terjadi di markas Armada Kelima Angkatan Laut AS dan di Pangkalan Al-Jafri di Bahrain. Laporan juga menyebutkan bahwa drone Shahed-136 Iran diluncurkan menuju Bahrain selama operasi berlangsung.
Serangan-serangan tersebut memicu gangguan besar di kawasan Teluk. Bandara-bandara di Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab menghentikan sementara operasinya, sementara Bahrain menutup wilayah udaranya selama beberapa jam. Lalu lintas penerbangan di atas Dubai juga terdampak, dengan sejumlah pesawat dilaporkan harus menunggu di atas Teluk Persia.
Operasi Balasan Terkait Serangan AS terhadap Aset Iran
Menurut pernyataan IRGC, operasi tersebut diluncurkan setelah serangan udara AS merusak sebuah kapal tanker minyak Iran di dekat Selat Hormuz.
Pernyataan itu menambahkan bahwa sebuah kapal bernama “Panaya”, yang disebut sebagai milik pihak Amerika-Zionis, kemudian menjadi sasaran rudal yang diluncurkan oleh Angkatan Laut IRGC.
Iran juga menyatakan bahwa setelah pasukan AS menargetkan menara komunikasi IRGC di Pulau Qeshm, Pasukan Dirgantara IRGC merespons dengan menyerang pangkalan udara dan helikopter Amerika di kawasan tersebut serta markas Armada Kelima AS.
“Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi akan dibalas dengan respons yang berbeda dan lebih berat, dan kami telah bertindak sesuai dengan peringatan tersebut,” demikian bunyi pernyataan itu.
IRGC juga memperingatkan bahwa setiap upaya mengganggu keamanan Selat Hormuz akan membawa konsekuensi berat bagi militer Amerika Serikat.
Ledakan Dilaporkan di Markas Kelompok Militan Separatis di Kurdistan Irak
Di tengah berlangsungnya serangan terhadap fasilitas-fasilitas Amerika, ledakan juga dilaporkan terjadi di sebelah utara Erbil, Kurdistan Irak.
Sumber-sumber Irak melaporkan bahwa sebuah kompleks milik kelompok militan separatis Kurdi di kawasan Darah Alaneh, sekitar 120 kilometer di timur laut Erbil, menjadi sasaran serangan.
Kelompok militan Komala kemudian mengumumkan bahwa dua rudal Iran menghantam markas mereka di kawasan tersebut pada Selasa malam.
Perkembangan terbaru ini menandai salah satu operasi balasan Iran yang paling luas sejak dimulainya kampanye militer AS-Israel terhadap Iran, dengan cakupan lintas negara dan menargetkan baik infrastruktur militer Amerika maupun kelompok-kelompok bersenjata yang dipandang Teheran sebagai pihak yang memusuhi Iran. (FG)




