Iran Peringatkan PBB: Setiap Serangan AS Akan Dibalas Secara Tegas
Teheran menyatakan seluruh pangkalan dan aset pihak bermusuhan di kawasan akan menjadi target sah, serta menegaskan Amerika Serikat bertanggung jawab penuh atas semua konsekuensi
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Iran memperingatkan bahwa pihaknya akan merespons secara tegas dan proporsional terhadap setiap agresi militer, seraya menegaskan bahwa seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan bermusuhan di kawasan akan dianggap sebagai target yang sah dalam kerangka hak bela diri yang melekat.
Dalam sebuah surat resmi yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Ketua Dewan Keamanan PBB, Perwakilan Tetap Iran memperingatkan apa yang ia sebut sebagai ancaman berkelanjutan Amerika Serikat untuk menggunakan kekuatan terhadap Republik Islam Iran.
Iran Menyatakan Amerika Serikat Bertanggung Jawab atas Segala Konsekuensi
Utusan Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas setiap konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali yang timbul akibat agresi militer.
“Jika Republik Islam Iran menjadi sasaran serangan militer, Iran akan merespons secara tegas. Dalam kondisi tersebut, seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan bermusuhan di kawasan akan dianggap sebagai target sah dalam kerangka respons defensif Iran,” demikian isi surat tersebut.
Utusan itu menegaskan bahwa Iran tidak mencari perang dan tidak akan memulai konflik, namun memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi akan dibalas dengan respons yang tegas.
Peringatan atas Ancaman Terbuka AS dan Diego Garcia
Surat tersebut mengingatkan kembali korespondensi sebelumnya yang dikirim pada 30 Desember 2025 serta 2, 9, 13, 22, dan 28 Januari 2026, terkait ancaman berulang Amerika Serikat untuk menggunakan kekuatan terhadap Iran.
Surat itu secara khusus mengutip pernyataan publik terbaru Presiden Amerika Serikat, yang secara terbuka menyebut kemungkinan penggunaan pangkalan militer Diego Garcia dan Pangkalan Udara Fairford untuk melakukan serangan militer terhadap Iran.
Menurut surat tersebut, pernyataan-pernyataan semacam itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan hukum internasional, serta berisiko besar menyeret kawasan ke dalam siklus baru krisis dan ketidakstabilan.
Iran Menolak ‘Retorika Perang’ sebagai Sekadar Gertakan
Perwakilan Iran menekankan bahwa, mengingat situasi kawasan yang rapuh dan tidak stabil serta pengerahan dan pergerakan berkelanjutan aset militer Amerika Serikat, pernyataan-pernyataan tersebut tidak dapat dianggap sekadar retorika.
“Pernyataan-pernyataan bernuansa perang ini menunjukkan adanya risiko nyata dan kredibel terjadinya agresi militer, yang konsekuensinya akan bersifat katastrofik bagi kawasan dan menjadi ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional,” demikian peringatan dalam surat itu.
Utusan tersebut juga mencatat bahwa Iran telah terlibat secara serius dan konstruktif dalam perundingan nuklir dengan Amerika Serikat, dengan tujuan menyampaikan kekhawatirannya secara transparan serta menuntut penghapusan penuh, efektif, dan dapat diverifikasi atas langkah-langkah koersif sepihak yang ilegal dan tidak manusiawi terhadap rakyat Iran.
Ia menambahkan bahwa Iran, berdasarkan prinsip timbal balik, telah berupaya menangani dan menyelesaikan ambiguitas terkait program nuklir damainya, guna mencapai solusi yang berorientasi hasil dan sepenuhnya selaras dengan hak-hak yang tidak dapat dicabut dari seluruh negara anggota Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir.
Seruan kepada PBB untuk Mencegah Eskalasi
Surat tersebut mendesak Sekretaris Jenderal PBB dan seluruh anggota Dewan Keamanan untuk menjalankan tanggung jawab mereka sesuai Piagam PBB dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Iran menyerukan agar Dewan Keamanan memaksa Amerika Serikat untuk segera menghentikan ancaman ilegal penggunaan kekuatan, mematuhi kewajibannya berdasarkan Piagam PBB—khususnya Pasal 2 ayat (4)—serta menahan diri dari tindakan apa pun yang dapat semakin meningkatkan ketegangan atau mengarah pada konfrontasi militer.
Utusan Iran memperingatkan bahwa kegagalan untuk bertindak akan menormalisasi ancaman agresi sebagai alat kebijakan luar negeri, menciptakan preseden berbahaya yang dapat segera membahayakan negara anggota PBB yang merdeka lainnya.
Iran Tegaskan Hak Bela Diri Berdasarkan Pasal 51
Surat tersebut ditutup dengan menegaskan kembali posisi lama Iran: Republik Islam Iran tidak mencari ketegangan maupun menginginkan perang, dan tidak akan memulai konflik.
Namun ditegaskan bahwa jika Iran menjadi sasaran agresi militer, negara itu akan menggunakan hak bela diri yang melekat sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam PBB, dengan merespons secara tegas dan proporsional.
“Dalam keadaan demikian,” demikian isi surat tersebut, “seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan bermusuhan di kawasan akan menjadi target sah, dan Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas setiap konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali.” (FG)


