Iran: Retorika Bermusuhan Tak Akan Dibiarkan Tanpa Balasan
Kepala Angkatan Darat Menyatakan Ancaman yang Meningkat Menyasar Keamanan Nasional, Teheran Tegaskan Kesiapan Militer Tinggi
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Iran menegaskan kembali bahwa negara itu akan merespons secara tegas setiap ancaman atau retorika bermusuhan yang diarahkan kepadanya. Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, memperingatkan bahwa eskalasi agresi verbal dipandang sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional.
Berbicara kepada para peserta angkatan ke-86 di Universitas Komando dan Staf Angkatan Darat, Mayor Jenderal Hatami menegaskan bahwa Teheran sepenuhnya siap menghadapi setiap salah perhitungan dari pihak lawan.
“Setiap salah perhitungan musuh akan dihadapi dengan respons yang lebih tegas, dan tangan setiap agresor akan dipotong,” kata Hatami.
‘Tatanan Dunia Baru’ Mendorong Ketidakstabilan Global
Hatami menggambarkan situasi internasional saat ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memaksakan apa yang disebut sebagai “tatanan dunia baru”, yang menurutnya secara sengaja telah memicu ketidakstabilan dan ketidakamanan di tingkat global, regional, dan nasional.
Ia menunjuk perkembangan historis di Asia Barat, termasuk runtuhnya Kekaisaran Ottoman dan pembentukan Israel, sebagai hasil dari rekayasa kekuatan eksternal yang berupaya melakukan dominasi jangka panjang di kawasan tersebut.
Mengutip pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden setelah Operasi Badai Al-Aqsa, Hatami mengatakan bahwa pernyataan Biden bahwa Israel “harus diciptakan jika tidak ada” mengungkap secara terang dukungan tak tergoyahkan Washington terhadap rezim Israel.
Musuh Menargetkan Sumber Kekuatan Inti Iran
Panglima Angkatan Darat menyatakan bahwa posisi strategis Iran dan prinsip-prinsip Revolusi Islam terus menjadi sasaran kekuatan bermusuhan yang berupaya melemahkan kapasitas nasional negara tersebut.
“Bangsa dan Pemimpin Revolusi Islam adalah dua pilar fundamental kekuatan Iran, dan musuh menyimpan permusuhan terbesar terhadap dua pilar ini,” ujar Hatami.
Ia menegaskan bahwa permusuhan tersebut mencerminkan upaya untuk melemahkan kemerdekaan dan sistem politik Iran, bukan didasarkan pada kekhawatiran keamanan yang sah.
Angkatan Bersenjata pada Tingkat Kesiapan Tertinggi
Merefleksikan pelajaran dari perang 12 hari baru-baru ini terhadap Iran, Hatami mengatakan bahwa kesiapan angkatan bersenjata negara — termasuk Angkatan Darat, Korps Garda Revolusi Islam, dan satuan penegak hukum — berada pada tingkat tertinggi sepanjang sejarah.
Ia menegaskan kembali komitmen angkatan bersenjata untuk mempertahankan kemerdekaan, keutuhan wilayah, dan sistem politik Iran dari segala bentuk agresi eksternal.
Hatami Puji Sikap Rakyat Iran
Menyinggung perkembangan dalam negeri, Hatami memuji sikap rakyat Iran selama aksi protes terkait kesulitan ekonomi, dengan mencatat bahwa masyarakat secara jelas memisahkan diri dari para perusuh dan menolak agenda yang digerakkan dari luar negeri.
Ia menggambarkan martabat, kesabaran, dan kesadaran politik rakyat sebagai sumber kebanggaan nasional, serta menegaskan bahwa protes damai tetap merupakan hak yang dilindungi oleh hukum.
Para pejabat Iran, lanjutnya, terus menekankan pembedaan yang jelas antara aksi protes yang sah dan tindakan terorganisir berupa perusuhan, sabotase, atau kekerasan, sembari menegaskan bahwa dialog dengan warga yang menyuarakan tuntutan ekonomi yang sah akan terus dilakukan, sementara langkah hukum dan keamanan yang tegas akan diterapkan terhadap pihak-pihak yang berupaya mengeksploitasi kesulitan untuk merusak ketertiban umum dan stabilitas nasional.
Iran Eksekusi Mata-Mata Mossad
Dalam perkembangan terpisah, Lembaga Peradilan Iran mengeksekusi Ali Ardestani, yang dinyatakan bersalah melakukan spionase untuk dinas intelijen Mossad milik Israel.
Menurut dokumen pengadilan, Ardestani direkrut melalui komunikasi daring dan menjalankan misi intelijen dengan imbalan finansial serta janji visa Inggris. Ia memberikan foto-foto dan informasi sensitif, bertemu langsung dengan agen Mossad di dalam Iran, dan ditangkap saat sedang menjalankan misi bagi badan intelijen Israel tersebut.
Mahkamah Agung mengonfirmasi vonis mati tersebut setelah seluruh prosedur hukum diselesaikan. Pihak berwenang menyatakan bahwa Ardestani mengakui motif tindakannya adalah keuntungan finansial.
Pejabat Iran menyatakan bahwa negara itu telah bertindak cepat terhadap ancaman spionase, dengan menangkap dan mengadili sejumlah individu yang terlibat dalam aktivitas intelijen untuk pihak-pihak bermusuhan sejak perang terhadap Iran berakhir pada akhir Juni. (FG)


