Iran Tak Akan Biarkan Amerika Kabur dari Kawasan Lewat “Aksi Drama”
Komandan senior Iran mengatakan Washington berupaya menciptakan jalan keluar terhormat untuk menyelematkan muka melalui Selat Hormuz setelah gagal memaksakan tujuannya terhadap Iran
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Komandan senior Iran Mayor Jenderal Mohsen Rezai menyatakan bahwa Iran tidak akan membiarkan Amerika Serikat menggunakan isu pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai operasi simbolik untuk melarikan diri dari kawasan setelah gagal meraih kemenangan atas Iran.
Berbicara dalam wawancara dengan Al Mayadeen yang dikutip oleh Tasnim News Agency, Rezai menyatakan bahwa Washington sedang berupaya menciptakan pertunjukan politik dan militer yang terkendali terkait keamanan maritim di Selat tersebut sebelum menarik diri dari Asia Barat tanpa membayar harga atas perang yang dilancarkannya terhadap Iran.
“Kami tidak akan membiarkan Amerika Serikat mengakhiri ini dengan melarikan diri dari kawasan,” kata Rezai. “Amerika harus memberikan kompensasi kepada Iran atas kerusakan yang ditimbulkannya.”
Ia menegaskan bahwa Teheran akan terus menuntut kompensasi dan keuntungan strategis terlepas dari apakah Washington mencoba melakukan mundur secara militer maupun politik dari kawasan.
Hormuz Telah Menjadi Medan Pertempuran
Rezai menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel menggunakan Selat Hormuz dan Teluk Persia melawan Iran selama perang terakhir, seraya menggambarkan jalur perairan tersebut sebagai bagian yang terkait langsung dengan keamanan nasional dan postur pertahanan regional Iran.
Menurutnya, Washington berusaha mempertahankan dominasinya di Teluk Persia setelah gagal melemahkan Iran secara militer.
“Teluk Persia harus tetap menjadi kawasan yang independen,” ujarnya. “Kawasan ini tidak boleh menjadi bagian dari persamaan masa depan antara Amerika Serikat dan China.”
Rezai menekankan bahwa Iran menganggap pengamanan jalur perdagangan di kawasan sebagai bagian dari tanggung jawabnya, sambil memperingatkan bahwa menjaga keamanan di Selat Hormuz memiliki biaya yang ingin diberlakukan Teheran melalui keseimbangan regional yang baru.
Ia juga menyatakan bahwa Amerika Serikat berusaha mempertahankan pengaruhnya di kawasan setelah puluhan tahun intervensi militer dan kegagalan strategis.
Amerika Menghadapi Isolasi Strategis
Rezai menggambarkan perang melawan Iran sebagai sesuatu yang “bukan hanya bodoh, tetapi juga penuh kebodohan,” seraya mengatakan bahwa Washington gagal memaksakan tujuannya meski telah melakukan eskalasi militer besar-besaran dan keterlibatan langsung bersama Israel.
Ia lebih lanjut menyatakan bahwa Amerika Serikat kini semakin terisolasi secara internasional, termasuk di antara sekutu-sekutu tradisionalnya sendiri.
Menurut Rezai, kawasan kini sedang bergerak menuju tatanan baru di mana negara-negara regional sendiri — bukan kekuatan asing — yang menentukan pengaturan keamanan.
“Kami tidak ingin menjadi pion dalam konflik antara Timur dan Barat,” katanya. “Negara-negara kawasan harus mengamankan masa depan mereka sendiri.”
Perkembangan di sekitar Selat Hormuz semakin mencerminkan perjuangan Washington untuk mempertahankan pengaruh regionalnya yang terus runtuh setelah gagal mematahkan Iran melalui perang dan eskalasi militer. (FG)


