Iran Tegaskan Posisinya ke China Jelang Kunjungan Trump
Kerja sama strategis dengan China memberi Tehran kedalaman diplomatik dan memperkuat kemampuannya menghadapi tekanan Amerika Serikat dengan alternatif nyata dan mitra-mitra kuat.
China, FAKTAGLOBAL.COM — Abdolreza Rahmani Fazli, Duta Besar Republik Islam Iran untuk China, menyatakan bahwa Tehran telah menyampaikan pesan yang jelas dan tidak dapat ditawar kepada Beijing mengenai masa depan Selat Hormuz dan stabilitas kawasan: perang harus diakhiri secara permanen, gencatan senjata yang berkelanjutan harus ditegakkan, blokade harus dicabut, dan hak-hak sah Iran harus dihormati.
Berbicara mengenai upaya diplomatik China setelah perang yang dipaksakan Amerika Serikat terhadap Iran, Rahmani Fazli mengatakan bahwa Beijing telah berupaya menjaga jalur dialog tetap terbuka melalui konsultasi dengan para aktor berpengaruh, inisiatif perdamaian bersama Pakistan, serta proposal empat poin yang diajukan Presiden China Xi Jinping.
“Pertanyaan utama bagi Tehran adalah apakah pihak lawan siap mendengarkan pesan sejati Iran,” ujarnya.
“Pesan Iran jelas: penghentian perang secara permanen, gencatan senjata yang stabil, pencabutan blokade, dan penghormatan terhadap hak-hak sah Iran. China dapat menyampaikan pesan ini di tingkat kekuatan-kekuatan besar.”
China Memberi Iran Kedalaman Diplomatik Strategis
Rahmani Fazli mengatakan bahwa kemitraan strategis jangka panjang Iran dengan China memberikan Republik Islam sumber leverage diplomatik yang penting di tengah perubahan tatanan global.
“Kemitraan Strategis Komprehensif menemukan makna sejatinya pada saat-saat seperti ini,” katanya. “Dokumen ini bukan semata-mata tentang investasi, minyak, infrastruktur, atau perdagangan. Ini menyangkut bagaimana Iran mendefinisikan posisinya dalam tatanan dunia yang sedang berubah.”
Ia menambahkan bahwa kerja sama jangka panjang dengan China menciptakan “kedalaman diplomatik strategis”, yang memungkinkan Tehran menunjukkan bahwa Iran memiliki alternatif yang nyata, mitra-mitra berpengaruh, dan kapasitas signifikan untuk menghadapi tekanan Amerika.
Beijing Minta Pakistan Intensifkan Mediasi
Dalam perkembangan paralel yang mendukung upaya tersebut, Menteri Luar Negeri China Wang Yi meminta Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar untuk meningkatkan peran mediasi Islamabad antara Iran dan Amerika Serikat.
Menurut Kementerian Luar Negeri China, Wang Yi juga menyerukan agar Pakistan memainkan peran yang lebih aktif dalam menyelesaikan persoalan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan pemulihan stabilitas di Asia Barat.
Kedua pihak menekankan pentingnya menjaga gencatan senjata yang berkelanjutan dan memastikan pelayaran kapal-kapal melalui Selat Hormuz tetap berlangsung tanpa gangguan, mengingat selat tersebut merupakan jalur vital perdagangan energi global.
Tehran Perkuat Posisi Menjelang Kunjungan Trump ke Beijing
Koordinasi diplomatik ini berlangsung ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan perjalanan ke Beijing dan dijadwalkan tiba pada hari Rabu.
Dengan memperdalam koordinasi strategis dengan China dan memperkuat jalur-jalur mediasi regional, Tehran mengirimkan sinyal bahwa setiap perundingan di masa mendatang akan dihadapi dari posisi yang kuat, dengan dukungan mitra-mitra internasional utama dan serangkaian tuntutan yang tidak dapat dinegosiasikan. (FG)


