Iran Terus Tangkapi Teroris Dukungan Asing
Pasukan keamanan membongkar jaringan teror AS–Israel di balik kerusuhan bersenjata, puluhan ditangkap dan senjata disita di seluruh ibu kota
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penangkapan para dalang utama teror dan puluhan perusuh bersenjata yang terlibat dalam kekerasan terkoordinasi di seluruh Teheran, seiring intensifikasi operasi keamanan untuk membongkar sel-sel yang didukung asing dan berupaya mendestabilisasi Republik Islam.
Otoritas mengonfirmasi bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari operasi kontra-terorisme yang sedang berlangsung, menargetkan jaringan yang bertanggung jawab atas pembunuhan, pembakaran, serta serangan terhadap lokasi publik dan keagamaan, yang dilakukan dengan kedok apa yang disebut sebagai “protes.”
Operasi Intelijen Membongkar Sel Teror Bersenjata
Kementerian Intelijen menyatakan bahwa sejumlah dalang senior yang mengarahkan kerusuhan telah diidentifikasi dan ditahan, dengan operasi yang terus berlanjut di seluruh Teheran. Kerja sama publik memainkan peran penentu dalam mengungkap para tersangka dan melacak lokasi persembunyian mereka.
Menurut temuan resmi, para perusuh bersenjata menyerang tujuh kawasan utama ibu kota, membakar dua masjid, memblokir jalan raya vital, serta membunuh dua anggota pasukan relawan Basij. Kekerasan tersebut melibatkan penggunaan senjata api, pisau, kapak, senjata berburu, dan bahan pembakar.
Kepala Kepolisian Nasional Iran mengonfirmasi bahwa 297 perusuh yang bertanggung jawab atas vandalisme dan perusakan properti publik telah ditangkap. Operasi keamanan juga mengakibatkan penetralan dua pelaku bersenjata, melukai 17 lainnya, serta penyitaan senjata, bahan peledak, dan peralatan logistik yang disiapkan untuk serangan lanjutan.
Intelijen AS dan Israel Terbongkar di Balik Kekerasan Teheran
Otoritas Iran menegaskan bahwa kerusuhan tersebut bukanlah gerakan protes spontan, melainkan operasi teror terkoordinasi yang didukung layanan intelijen asing.
Penilaian intelijen secara langsung mengaitkan Amerika Serikat dan badan mata-mata rezim Israel, Mossad, dalam pemberian dukungan logistik, finansial, dan operasional kepada para perusuh.
Aparat penegak hukum telah membuka 20 berkas perkara terpisah yang menghubungkan para tahanan dengan kelompok-kelompok teroris yang berafiliasi dengan rezim Israel. Gudang senjata dan bahan peledak ditemukan, yang dimaksudkan untuk digunakan terhadap warga sipil, personel keamanan, dan institusi negara.
Pejabat keamanan menyatakan bahwa Washington dan rezim Zionis melancarkan kampanye sabotase internal setelah gagal memaksakan kehendak mereka melalui konfrontasi langsung dengan Iran, lalu berupaya menciptakan kekacauan dan ketidakamanan dari dalam.
Penghormatan kepada Para Syuhada
Sementara pasukan keamanan terus menetralkan jaringan-jaringan bermusuhan, Iran bersiap menggelar pemakaman massal untuk menghormati 100 syuhada, termasuk warga sipil dan personel keamanan yang gugur selama kerusuhan.
Upacara dilaksanakan pada Hari Rabu pukul 14.00 waktu setempat di Teheran, menegaskan besarnya biaya kemanusiaan dari kekerasan yang direkayasa asing.
Ahmad Mousavi, kepala Yayasan Syuhada, mengonfirmasi bahwa banyak pelaku yang bertanggung jawab atas pembunuhan kini berada dalam tahanan, dan penyelidikan masih terus berlangsung.
Para pejabat Iran menegaskan kembali bahwa meskipun kekhawatiran ekonomi yang sah akan ditangani, teror yang didukung asing dan kerusuhan bersenjata akan dihancurkan tanpa ragu. Otoritas menekankan bahwa keamanan, kedaulatan, dan prinsip-prinsip revolusioner Iran adalah garis merah, dan setiap upaya oleh AS serta sekutunya untuk merusaknya akan dihadapi dengan perlawanan tegas.
Pesan dari Teheran tidak ambigu: skema destabilisasi telah gagal, jaringan teror sedang dibongkar, dan Iran tetap tangguh menghadapi agresi imperialis serta subversi asing. (FG)


