Iran Umumkan Penutupan Penuh Selat Hormuz, Peringatkan Balasan atas Tiap Pelanggaran
Iran menutup Selat Hormuz bagi seluruh lalu lintas maritim menyusul serangan Amerika Serikat, serta memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap penutupan tersebut akan mendapat respons tegas.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Otoritas militer Iran pada Rabu mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz bagi seluruh lalu lintas maritim menyusul meningkatnya konfrontasi dengan Amerika Serikat dan serangan militer AS terhadap sejumlah wilayah di Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Dalam pernyataan resmi, Markas Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa mulai saat ini Selat Hormuz ditutup untuk semua jenis kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial. Markas tersebut memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap perintah penutupan akan menghadapi tindakan militer.
Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya laporan mengenai bentrokan militer di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman.
IRGC Nyatakan Selat Ditutup Hingga Pemberitahuan Lebih Lanjut
Secara terpisah, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut menyusul apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran berulang terhadap ketentuan gencatan senjata oleh Amerika Serikat.
IRGC memperingatkan seluruh kapal di Teluk Persia dan Laut Oman agar tidak meninggalkan area tambatannya serta tidak mendekati Selat Hormuz.
Menurut pernyataan tersebut, setiap upaya mendekati jalur perairan strategis itu akan dianggap sebagai bentuk kerja sama dengan musuh.
Komandan Angkatan Laut IRGC juga memperingatkan kapal tanker minyak dan kapal komersial bahwa Selat Hormuz kini sepenuhnya ditutup dan setiap pelanggaran terhadap pembatasan tersebut akan ditindak secara tegas.
Ketegangan Militer Meningkat di Iran Selatan
Sebelum pengumuman penutupan selat, sejumlah perkembangan militer dilaporkan terjadi di wilayah Iran selatan dan kawasan Teluk Persia.
Sistem pertahanan udara Iran diaktifkan di wilayah barat Tehran, sementara beberapa ledakan dilaporkan terdengar di sekitar Sirik dan Minab di Iran selatan.
Kantor Hubungan Masyarakat IRGC juga mengumumkan bahwa sebuah jet tempur F-16 yang memasuki wilayah udara Teluk Persia dipaksa mundur setelah sistem pertahanan udara Iran menembakkan rudal ke arah pesawat tersebut.
Dalam perkembangan terpisah, Angkatan Laut IRGC menyatakan bahwa dua kapal dihantam setelah mencoba melakukan pelayaran yang dianggap ilegal melalui Selat Hormuz.
Laporan lainnya juga menyebut terjadinya bentrokan bersenjata antara pasukan Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz, termasuk peluncuran rudal jelajah Iran ke arah kapal-kapal Amerika setelah serangan terhadap aset-aset Iran.
Iran Janjikan Respons Menghancurkan terhadap Agresi AS
Markas Pusat Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan memberikan respons yang “menghancurkan dan tegas” terhadap setiap tindakan agresi yang dilakukan militer Amerika Serikat di kawasan.
Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Washington telah menyampaikan pesan kepada Tehran melalui Qatar bahwa tekanan militer akan ditingkatkan jika Iran tidak menerima syarat-syarat dalam sebuah kesepakatan yang diusulkan, dengan tujuan memaksa Iran menerima tuntutan Amerika.
Menanggapi pendekatan tersebut, mantan negosiator utama Amerika Serikat untuk Iran, Robert Malley, mengatakan bahwa tekanan militer tidak akan mengubah posisi Tehran.
“Jika mereka benar-benar meyakini hal itu, mereka pada akhirnya akan kembali menyadari bahwa tekanan tidak akan mengubah sikap Iran,” kata Malley.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak global melewati jalur perairan sempit tersebut, sehingga setiap gangguan terhadap lalu lintas di kawasan itu berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap pasar energi internasional. (FG)





