Iran Ungkap Detail Serangan Rudal dan Drone ke Destroyer Amerika di Selat Hormuz
Iran menyatakan 1 rudal jelajah dan 3 drone bunuh diri menghantam destroyer Amerika dan memicu kebakaran, memperingatkan bentrokan di Teluk Persia dapat kembali pecah jika pasukan AS kembali berulah
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Menurut media Iran, sebuah sumber militer menyatakan bahwa bentrokan di Teluk Persia untuk sementara telah mereda, namun memperingatkan bahwa permusuhan dapat kembali pecah jika pasukan Amerika Serikat kembali ke kawasan tersebut atau mengganggu kapal-kapal Iran.
Menurut sumber yang dikutip oleh Kantor Berita Tasnim, konfrontasi dimulai setelah apa yang disebutnya sebagai tindakan bermusuhan “teroris Amerika” terhadap kapal-kapal tanker minyak Iran. Sebagai tanggapan, pasukan angkatan laut Iran melancarkan serangan balasan dan menggambarkan operasi tersebut sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata sekaligus tindakan terorisme Amerika.
Setelah periode saling tembak, bentrokan akhirnya berhenti dan situasi saat ini berada dalam keadaan tenang, kata sumber tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa setiap upaya baru Amerika untuk memasuki Teluk Persia atau mengganggu pelayaran Iran akan dibalas dengan respons tegas lainnya.
Citra satelit yang dirilis pada Jumat tampaknya memperkuat peringatan tersebut, dengan menunjukkan sejumlah besar kapal cepat milik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang masih beroperasi di Teluk Persia.
Dalam salah satu citra, lebih dari 100 kapal serang cepat terlihat berkumpul dalam satu formasi di Selat Hormuz, menegaskan kesiapan operasional Iran yang terus terjaga di jalur perairan strategis tersebut.
Detail Operasi Rudal-Drone “Syahid Mayvan”
Peringatan itu disampaikan ketika Angkatan Darat Republik Islam Iran merilis rincian “Operasi Rudal-Drone Martyr Mayvan”, sebuah serangan gabungan berskala besar yang menargetkan pasukan angkatan laut Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan resminya, Angkatan Darat Iran menyatakan bahwa pada dini hari Jumat, 8 Mei, Angkatan Laut Amerika Serikat sedang berupaya menarik tiga “destroyer pelanggar” dari Selat Hormuz menuju Laut Oman dengan perlindungan udara.
Pada saat itulah Angkatan Laut Republik Islam Iran melancarkan serangan terkoordinasi menggunakan delapan rudal jelajah dan 24 drone bunuh diri terhadap gugus kapal perang Amerika.
Menurut pernyataan tersebut, meskipun Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan upaya besar untuk mencegat serangan yang datang, satu rudal jelajah dan tiga drone bunuh diri berhasil menghantam destroyer-destroyer tersebut dan menyebabkan kebakaran di atas kapal.
Operasi Dinamai untuk Mengenang Kapten Amir Bahador Mayvan
Angkatan Darat Iran menyatakan bahwa operasi tersebut dinamai untuk mengenang Kapten Amir Bahador Mayvan, komandan terkemuka destroyer Jamaran milik Angkatan Laut Iran.
Dengan mengungkap skala dan hasil serangan tersebut, para pejabat militer Iran mengisyaratkan bahwa meskipun konfrontasi langsung untuk sementara telah berhenti, Teheran tetap siap memberikan respons keras terhadap setiap tindakan baru Amerika di Teluk Persia. (FG)




