Iran Uumumkan Kesyahidan Dr. Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi
Ali Larijani gugur sebagai syahid dalam serangan Amerika-Zionis, menjadi kehilangan besar bagi kepemimpinan Iran dan memperkuat tekad di jalan perlawanan.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Dr. Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, telah dibunuh dan gugur sebagai syahid dalam serangan yang dilakukan oleh musuh Amerika-Zionis.
Dr. Ali Larijani menjadi sasaran dalam serangan tersebut dan mencapai kesyahidan.
Sepanjang kariernya, ia menjabat tiga periode sebagai Ketua Majelis Syura Islam, dua periode sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, satu periode sebagai Menteri Kebudayaan dan Bimbingan Islam, satu periode sebagai Kepala Penyiaran Republik Islam Iran, serta memimpin tim perunding nuklir Iran pada dekade 2000-an.
Upacara pemakaman mujahid syahid ini akan dilaksanakan hari ini, Rabu, pukul 13.30, dimulai dari Lapangan Enghelab di Teheran.
Pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi tentang Kesyahidan Dr. Ali Larijani
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
“Di antara orang-orang beriman ada laki-laki yang menepati janji mereka kepada Allah. Di antara mereka ada yang telah menunaikan janjinya, dan di antara mereka ada yang menunggu, dan mereka tidak mengubah sedikit pun.”
Wahai bangsa Iran yang mulia dan penuh kebanggaan!
“Seorang hamba Allah telah kembali kepada Allah.”
Ruh-ruh suci para syuhada telah menyambut ruh yang suci dari seorang hamba saleh Allah, syahid Dr. Ali Larijani. Setelah seumur hidup berjuang di jalan mengangkat martabat Iran dan Revolusi Islam, ia akhirnya mencapai cita-cita lamanya, menjawab panggilan kebenaran, dan dengan penuh kehormatan meraih nikmat manis kesyahidan di medan pengabdian.
Ia bergabung dengan Imam para syuhada di bulan Ramadan, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib (as), serta pemimpin kafilah syahadat dan jihad melawan Amerika dan Israel, Yang Mulia Ayatullah Sayyed Ali Khamenei, juga gurunya yang syahid Ayatullah Motahhari, serta rekan-rekannya yang syahid Sayyed Hassan Nasrallah dan Hajj Qassem Soleimani.
Hingga detik terakhir kehidupannya yang penuh berkah, ia tetap berkomitmen menegakkan kalimat Allah dan tanpa henti mengupayakan kemuliaan serta pembangunan Iran tercinta. Ia senantiasa menyerukan kepada rakyat dan para pejabat untuk menjaga persatuan dan soliditas dalam menghadapi musuh yang haus darah.
Pada akhirnya, di waktu fajar bulan suci Ramadan, bersama putranya yang beriman, Morteza, Deputi Keamanan Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Alireza Bayat, serta sekelompok pengawal yang setia, ia mencapai derajat tinggi kesyahidan.
Kemenangan pasti menanti para pejuang di jalan kebenaran, dan kesyahidan ini akan semakin menguatkan tekad bangsa dan umat untuk melanjutkan jalan para lelaki Allah.
Selamat atas kesyahidan mulia beliau—sesungguhnya balasan dari perjuangan panjangnya tidak mungkin selain kemenangan agung ini.
Semoga kenangannya abadi dan jalannya diikuti oleh banyak orang.
“Maka Kami membalas orang-orang yang berbuat kejahatan, dan menjadi kewajiban bagi Kami untuk menolong orang-orang beriman.”
Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (FG)


