IRGC Balas Serangan ke Pulau Sirik, Targetkan Sumber Agresi
Iran memperingatkan akan memberikan respons yang lebih kuat setelah menargetkan sumber serangan terhadap fasilitas komunikasi di Provinsi Hormozgan.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada hari Senin mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan udara yang menjadi lokasi peluncuran serangan terhadap menara komunikasi di Pulau Sirik, Provinsi Hormozgan.
IRGC menyatakan bahwa operasi tersebut dilakukan sebagai respons langsung atas serangan tersebut dan memperingatkan bahwa setiap pengulangan tindakan serupa akan dibalas dengan respons yang jauh lebih kuat.
“Respons Pasukan Dirgantara IRGC akan sepenuhnya berbeda apabila agresi semacam ini kembali terulang,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
IRGC menyalahkan Amerika Serikat atas eskalasi terbaru ini dan menuduh Washington terus melakukan tindakan permusuhan terhadap Iran meskipun telah ada gencatan senjata.
Iran Menembak Jatuh Drone MQ-1 Amerika Serikat
Pertukaran serangan terbaru ini terjadi setelah sistem pertahanan udara Iran menembak jatuh sebuah drone MQ-1 milik Amerika Serikat di atas perairan teritorial Iran.
Menurut IRGC, pesawat tanpa awak tersebut memasuki wilayah udara Iran saat menjalankan operasi yang bersifat agresif sebelum akhirnya berhasil dicegat dan dihancurkan.
“Wilayah udara di atas perairan teritorial Iran berada di bawah kendali penuh,” tegas IRGC, seraya memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi akan mendapat respons yang tegas.
Iran kemudian merilis rekaman yang menunjukkan puing-puing drone tersebut yang berhasil ditemukan di dekat Pulau Qeshm.
Amerika Serikat selanjutnya mengumumkan serangan terhadap sejumlah target di dalam wilayah Iran dan mengklaim bahwa operasi tersebut dilakukan sebagai tindakan pembelaan diri setelah insiden drone tersebut.
Iran menolak pembenaran yang disampaikan Amerika Serikat dan menggambarkan serangan tersebut sebagai kelanjutan dari tindakan permusuhan yang melanggar kerangka gencatan senjata.
Peringatan atas Pembalasan Lebih Lanjut
Operasi terbaru ini menyusul peringatan-peringatan sebelumnya yang dikeluarkan IRGC terkait aktivitas militer Amerika Serikat di sekitar Bandar Abbas dan lokasi-lokasi strategis lainnya di sepanjang pantai selatan Iran.
Para pejabat militer Iran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap wilayah, infrastruktur, atau aset militer Iran akan dibalas dengan serangan langsung terhadap sumber agresi tersebut.
“Tanggung jawab atas seluruh konsekuensi berada di pihak agresor,” kata IRGC.
Pertukaran serangan ini terjadi di tengah upaya yang terus berlangsung untuk mempertahankan gencatan senjata antara Teheran dan Washington, yang menurut para pejabat Iran berlaku untuk seluruh front, termasuk Lebanon. (FG)


