IRGC Dedikasikan Gelombang 86 Operasi Janji Sejati 4, untuk Jurnalis Lebanon yang Syahid
Serangan terkoordinasi rudal dan drone menghantam posisi AS dan Israel di berbagai titik kawasan, sebagai penghormatan bagi jurnalis yang dibungkam oleh agresi Israel.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan peluncuran Gelombang 86 dari Operasi Janji Sejati 4, yang didedikasikan untuk para jurnalis Lebanon yang syahid dalam serangan langsung Israel.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut operasi ini dilakukan sebagai penghormatan kepada koresponden Al Mayadeen, Fatima Ftouni, koresponden Al Manar Ali Sheaib, serta Mohammad Ftouni, yang semuanya syahid setelah kendaraan pers yang ditandai dengan jelas menjadi target serangan rezim Zionis di Lebanon selatan.
Operasi Besar Multi-Fase
IRGC menyatakan bahwa Gelombang 86 dilaksanakan dalam beberapa fase, melibatkan serangan terkoordinasi rudal dan drone oleh Angkatan Dirgantara dan Angkatan Laut IRGC.
Operasi dimulai saat fajar pada hari Minggu, sebagai penghormatan kepada “jurnalis syahid yang berani” serta para syuhada Armenia dan Kristen dalam Perang Suci delapan tahun dan Perang Ramadhan.
Target Strategis AS dan Israel Dihantam
Pada fase pertama, pasukan IRGC menargetkan infrastruktur yang terkait dengan operasi udara dan drone AS-Israel, termasuk depot senjata di pangkalan Victory di Irak, pangkalan Arifjan di Kuwait, serta pangkalan Al-Kharj di Arab Saudi.
Fase-fase berikutnya memperluas serangan ke berbagai lokasi, menargetkan pasukan AS dan posisi rezim pendudukan Israel di Arad, Naqab, Tel Aviv, Erbil, Armada Kelima AS di Bahrain, serta pangkalan Al Dhafra di Uni Emirat Arab.
IRGC menambahkan bahwa rekaman yang beredar menunjukkan ledakan besar, kepulan asap tebal, serta kehancuran pesawat-pesawat AS bernilai jutaan dolar, yang bertolak belakang dengan upaya media yang berpihak pada Barat untuk mengecilkan skala operasi tersebut.
Membungkam Suara Kebenaran
Serangan Israel yang menewaskan para jurnalis tersebut digambarkan sebagai upaya yang disengaja untuk membungkam kebenaran.
Fatima Ftouni syahid ketika kendaraan pers yang ditandai dengan jelas dihantam langsung oleh rudal presisi. Ali Sheaib dan Mohammad Ftouni juga berada di dalam kendaraan tersebut saat serangan terjadi.
Menurut laporan lapangan, kendaraan itu dihantam empat rudal. Ketika ambulans tiba di lokasi, pasukan Israel kembali menargetkan tim medis, yang mengakibatkan syahidnya seorang petugas medis—menunjukkan pola sistematis dalam menargetkan jurnalis dan tim penyelamat.
Araghchi: Serangan Ini Upaya Membunuh Kebenaran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan tegas mengecam serangan tersebut, menyatakan bahwa pembunuhan ini jauh melampaui sekadar penargetan individu.
Ia menyebut tindakan itu “secara jelas merupakan pembunuhan yang disengaja untuk membunuh kebenaran dan membungkam suara mereka yang menyampaikan realitas.”
Araghchi menambahkan bahwa kejahatan ini harus menjadi alarm serius bagi nurani dunia, di tengah berlanjutnya agresi rezim pendudukan Israel terhadap warga sipil dan pekerja media.
Dengan peluncuran Gelombang 86 ini, IRGC menegaskan bahwa darah para syuhada—termasuk jurnalis—tidak akan sia-sia, melainkan akan menjadi bahan bakar bagi perlawanan yang lebih luas terhadap kehadiran militer AS dan agresi Israel di kawasan.
Operasi ini menandai kelanjutan eskalasi tekanan strategis terhadap jaringan militer AS-Israel di Asia Barat, dengan pesan tegas: upaya membungkam kebenaran melalui kekerasan justru akan memperkuat poros perlawanan. (FG)


