IRGC Hancurkan Pesawat AWACS AS dalam Serangan ke Pangkalan Al-Kharj
Penghancuran E-3 Sentry menjadi pukulan besar bagi sistem komando AS, melumpuhkan pusat pengawasan udara vital dan koordinasi operasi di medan tempur kawasan.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan penghancuran pesawat E-3 Sentry Airborne Warning and Control System (AWACS) milik Amerika Serikat dalam serangan terkoordinasi rudal dan drone terhadap Pangkalan Udara Al-Kharj di Arab Saudi, menandai eskalasi signifikan dalam Gelombang 86 Operasi Janji Sejati 4.
Dalam pernyataan resmi, IRGC menegaskan bahwa operasi yang dilakukan oleh Angkatan Dirgantaranya tersebut mengakibatkan hancurnya setidaknya satu pesawat AWACS secara total, sementara sejumlah pesawat militer AS lainnya yang berada di pangkalan tersebut mengalami kerusakan berat.
Serangan ini disebut sebagai respons langsung terhadap agresi berkelanjutan Amerika Serikat, termasuk serangan sebelumnya yang menargetkan kemampuan udara dan sistem pertahanan Iran.
Pukulan Strategis terhadap Dominasi Udara AS
Penghancuran E-3 Sentry merupakan pukulan besar terhadap sistem komando dan kendali militer AS di kawasan. Pesawat ini dikenal sebagai salah satu platform pengawasan udara paling vital dalam arsenal Amerika, berfungsi sebagai pusat komando terbang yang mengoordinasikan operasi udara dan kesadaran medan tempur.
Beroperasi pada ketinggian hingga 17 kilometer, pesawat ini dilengkapi sistem radar canggih yang mampu memantau area luas hingga 310.000 kilometer persegi. Pesawat ini menyediakan intelijen waktu nyata mengenai pergerakan pesawat, armada laut, serta posisi medan tempur, dan mentransmisikan data tersebut ke pusat komando dan kepemimpinan politik.
Sering disebut sebagai “mata Amerika di langit,” platform ini memainkan peran kunci dalam menjaga superioritas udara AS serta koordinasi operasional di berbagai zona konflik.
Setiap unit E-3 Sentry diperkirakan memiliki biaya penggantian hingga 700 juta dolar AS, menegaskan besarnya kerugian yang ditimbulkan oleh serangan tersebut.
Gelombang 86: Serangan Regional Terkoordinasi
IRGC meluncurkan Gelombang 86 Operasi Janji Sejati 4 sebagai penghormatan kepada jurnalis Lebanon yang syahid—Fatima Ftouni, Ali Sheaib, dan Mohammad Ftouni—yang tewas dalam serangan udara Israel terhadap kendaraan pers yang ditandai dengan jelas.
Menurut IRGC, operasi ini dilaksanakan dalam beberapa fase, menggabungkan serangan rudal dan drone terkoordinasi di wilayah geografis yang luas.
Pada fase awal, pasukan IRGC menargetkan infrastruktur yang terkait dengan operasi udara dan drone AS-Israel, serta depot senjata di instalasi militer utama seperti pangkalan Victory di Irak, pangkalan Arifjan di Kuwait, dan pangkalan Al-Kharj di Arab Saudi.
Serangan selanjutnya diperluas ke berbagai titik, menargetkan pasukan AS dan posisi rezim pendudukan Israel di Arad, Naqab, Tel Aviv, Erbil, Armada Kelima AS di Bahrain, serta pangkalan Al Dhafra di Uni Emirat Arab.
IRGC menyatakan bahwa rekaman operasi menunjukkan ledakan besar, kepulan asap tebal, serta kehancuran aset militer AS bernilai tinggi, yang membantah upaya pihak-pihak Barat untuk menutupi skala kerugian yang sebenarnya.
Dari Pembungkaman Kebenaran ke Respons Medan Tempur
IRGC menegaskan bahwa Gelombang 86 didedikasikan untuk para jurnalis yang syahid akibat serangan Israel, dengan menempatkan operasi ini sebagai respons militer sekaligus pesan terhadap upaya membungkam kebenaran.
Pembunuhan terhadap pekerja media, bersamaan dengan serangan berkelanjutan terhadap warga sipil, disebut sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas oleh rezim pendudukan Israel untuk menekan narasi yang mengungkap realitas di lapangan.
Dalam konteks ini, penghancuran aset strategis AS mencerminkan meluasnya konfrontasi, di mana respons militer semakin terkait langsung dengan agresi terhadap warga sipil dan jurnalisme independen.
Eskalasi Menandai Fase Baru Konfrontasi
Penargetan platform AWACS bernilai tinggi menunjukkan perubahan dalam kedalaman operasional dan presisi respons Iran, yang secara langsung menantang dominasi pengawasan AS di kawasan.
Dengan menyerang sistem komando dan kendali canggih serta memperluas operasi di berbagai front, IRGC menunjukkan kemampuan yang terus berkembang dalam mengganggu arsitektur militer yang mendukung pasukan AS dan rezim pendudukan Israel.
Gelombang 86 tidak hanya menandai kelanjutan Operasi Janji Sejati 4, tetapi juga eskalasi nyata dalam skala, koordinasi, dan dampak strategis operasi perlawanan di Asia Barat. (FG)



