IRGC Hancurkan Posisi Teroris di Kurdistan Irak
Operasi intelijen terarah menggunakan 30 drone melenyapkan basis-basis musuh yang merencanakan infiltrasi terhadap keamanan nasional Iran.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM – Kantor Hubungan Masyarakat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan keberhasilan penghancuran posisi kelompok militan anti-revolusi yang bermusuhan di Wilayah Kurdistan Irak melalui sebuah operasi presisi berbasis intelijen.
Menurut pernyataan tersebut, kelompok-kelompok yang menjadi target secara aktif merencanakan infiltrasi dan aksi-aksi permusuhan terhadap perbatasan suci serta keamanan nasional Republik Islam Iran.
Sebagai respons, unit operasional IRGC melancarkan serangan kuat dengan mengerahkan 30 drone, yang berujung pada penghancuran total posisi-posisi yang telah diidentifikasi.
30 Drone Dikerahkan dalam Serangan Pendahuluan yang Tegas
Operasi ini digambarkan sebagai langkah tegas dan pre-emptif, yang bertujuan menetralkan ancaman-ancaman yang akan segera terjadi sebelum sempat terwujud di dalam wilayah Iran. Pengerahan drone secara terkoordinasi ini mencerminkan perkembangan kemampuan intelijen dan sistem nirawak IRGC dalam menghadapi risiko keamanan lintas perbatasan.
Sumber militer menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan setelah pengawasan menyeluruh serta konfirmasi atas persiapan permusuhan di lokasi-lokasi yang menjadi target.
Tanpa Toleransi terhadap Agresor, Kedaulatan dan Integritas Teritorial adalah Garis Merah
IRGC kembali menegaskan bahwa konfrontasi tegas dan cepat terhadap seluruh kelompok agresif dan bermusuhan, di wilayah geografis mana pun, tetap menjadi arahan tetap bagi unit-unit keamanan dan operasionalnya.
Pernyataan itu juga menekankan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap para pelaku maupun pihak-pihak yang menampung unsur-unsur yang terlibat dalam tindakan terhadap keamanan nasional Iran.
Otoritas Iran menegaskan kembali bahwa menjaga kedaulatan dan integritas teritorial negara merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar. Setiap upaya untuk melemahkan keamanan nasional, mereka peringatkan, akan dihadapi dengan tindakan cepat, tegas, dan kuat. (FG)



