IRGC: Hari Kelam bagi Angkatan Udara AS dan Israel di Langit Iran
Unit pertahanan udara Iran terlibat dalam pertempuran yang menentukan dan berkelanjutan, berhasil mencegat serta menghancurkan berbagai ancaman udara musuh di sejumlah wilayah negara
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan keberhasilan besar dalam pertahanan udara, dengan menyebut penembakan jatuh satu jet tempur dan lima aset udara lainnya sebagai “hari kelam” bagi angkatan udara Amerika Serikat dan Israel.
Menurut pernyataan resmi, unit pertahanan udara Iran terlibat dalam pertempuran yang menentukan dan berkelanjutan, berhasil mencegat serta menghancurkan berbagai ancaman udara musuh di sejumlah wilayah negara.
Unit pertahanan kedirgantaraan IRGC dilaporkan berhasil mencegat:
Dua rudal jelajah di atas Khomein dan Zanjan
Dua drone serang MQ-9 di atas Isfahan
Satu drone Hermes di atas Bushehr
Seluruh target terdeteksi dan dinetralisir menggunakan sistem pertahanan udara canggih buatan dalam negeri yang beroperasi di bawah jaringan pertahanan udara nasional terintegrasi Iran.
Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa sebuah jet tempur canggih milik musuh berhasil ditembak jatuh di wilayah tengah Iran.
IRGC menekankan bahwa dengan kewaspadaan yang berkelanjutan, presisi, dan ketekunan, wilayah udara Iran kini semakin berbahaya bagi pesawat musuh, menandakan semakin menguatnya cengkeraman pertahanan terhadap setiap upaya penetrasi.
Juru Bicara Khatam: AS dan Rezim Israel di Bawah Hantaman Telak Iran
Penembakan jatuh pesawat musuh ini terjadi bersamaan dengan gelombang operasi Iran yang lebih luas yang menargetkan aset-aset AS dan Israel di seluruh kawasan.
Menurut Brigadir Jenderal Ebrahim Zolfaqari, juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, serangan-serangan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari Gelombang 91 dan Gelombang 92 Operasi Janji Sejati 4, dengan koordinasi bersama pasukan sekutu.
Operasi tersebut menargetkan lokasi militer dan infrastruktur strategis yang terkait dengan pasukan AS dan Israel, termasuk posisi di Tel Aviv dan Eilat, serta aset di kawasan selatan Teluk Persia.
Di antara perkembangan utama:
Sebuah pertemuan rahasia pilot dan insinyur penerbangan AS di UEA diserang dengan rudal balistik
Aset amfibi AS di Pelabuhan Shuwaikh, Kuwait, menjadi sasaran
Sistem radar jarak jauh di Bahrain dihancurkan dalam serangan drone
Pangkalan Udara Ramat David di dekat Haifa dihantam rudal balistik
Secara paralel, serangan drone Angkatan Darat Iran juga menargetkan fasilitas AS di Yordania, penempatan kendaraan lapis baja di Kuwait, serta infrastruktur industri di Bahrain.
Operasi ini juga meluas ke infrastruktur berbasis teknologi, dengan laporan serangan terhadap fasilitas cloud yang terkait dengan perusahaan Amerika di UEA.
Secara keseluruhan, perkembangan ini menunjukkan eskalasi multi-front yang semakin meluas, di mana keberhasilan pertahanan di dalam Iran berjalan beriringan dengan tekanan ofensif berkelanjutan di seluruh kawasan. (FG)



