IRGC: Iran Tembak Jatuh F-16 Musuh untuk Ketiga Kalinya
Iran menjatuhkan F-16 musuh ketiga dan mencegat lebih dari 200 ancaman udara, serta menargetkan F-35 dengan sistem pertahanan udara dalam negeri yang belum diungkap.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa sebuah jet tempur musuh ketiga berhasil ditembak jatuh di langit wilayah Iran bagian tengah.
Menurut pernyataan resmi dari Kantor Humas IRGC, pesawat tempur musuh ketiga milik rezim Zionis yang diidentifikasi sebagai F-16, berhasil dihantam pada pukul 03.45 dini hari di wilayah Iran tengah oleh sistem pertahanan udara canggih milik Angkatan Dirgantara IRGC.
Keberhasilan mencegat dan menghancurkan lebih dari 200 target udara—termasuk drone, rudal jelajah, pesawat pengisian bahan bakar, serta jet tempur canggih musuh—dalam tiga pekan pertama perang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan Iran untuk mendeteksi dan melacak agresor di wilayah udaranya maupun di kawasan, sekaligus memperkuat perisai pertahanan udara negara tersebut.
Iran Targetkan F-35 dengan Sistem Dalam Negeri
Seorang sumber militer menyatakan bahwa Iran juga telah menargetkan pesawat F-35 menggunakan sistem pertahanan udara yang dikembangkan secara domestik.
Sumber tersebut menjelaskan bahwa keterlibatan terhadap F-35 Amerika—yang sebelumnya dipromosikan oleh Amerika Serikat sebagai simbol superioritas teknologi militernya—dilakukan dengan kemampuan pertahanan udara buatan dalam negeri Iran.
Ia menambahkan bahwa Iran hingga kini belum mengungkap sebagian dari teknologi militer ofensif dan defensifnya, yang menyebabkan kebingungan di kalangan militer Amerika dan rezim Zionis.
Menurutnya, para analis Amerika dan Israel sebelumnya meyakini bahwa tidak ada sistem pertahanan udara di dunia yang mampu menargetkan dan menghantam F-35. Namun, mereka dibuat terkejut oleh sistem-sistem dalam negeri Iran yang belum dikenal tersebut.
Ia menegaskan bahwa dalam beberapa hari ke depan, kemampuan baru akan diperlihatkan kepada musuh, dan dengan berjalannya waktu dalam perang yang dipaksakan ini, klaim superioritas teknologi musuh akan semakin dipermalukan. (FG)


