IRGC: Lebih dari 200 Tentara AS Tewas dan Terluka dalam 24 Jam Terakhir
Pasukan Iran melaporkan kerugian besar di pihak tentara Amerika setelah serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS dan Pangkalan Udara Al Dhafra, dan ditembak jatuhnya sejumlah drone musuh
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya mengumumkan bahwa lebih dari 200 teroris Amerika tewas atau terluka dalam 24 jam terakhir.
Juru bicara tersebut menyatakan bahwa sebagai bagian dari serangan kuat yang terus berlanjut terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan, sejumlah besar tentara dan komandan dari tentara AS yang melakukan agresi tewas atau terluka dalam satu hari terakhir, sementara kerusakan signifikan juga terjadi pada infrastruktur dan sumber daya mereka.
Rincian korban adalah sebagai berikut:
21 orang tewas dan sejumlah lainnya terluka dari Armada Kelima Angkatan Laut AS di kawasan.
Sekitar 200 orang tewas dan terluka di pangkalan AS Al Dhafra.
Sebuah kapal tanker minyak milik Amerika di bagian utara Teluk Persia menjadi sasaran serangan.
82 Drone Musuh Ditembak Jatuh Sejak Awal Perang
Tentara Iran juga mengumumkan bahwa 13 drone penyerang dihancurkan dalam 24 jam terakhir oleh jaringan pertahanan udara terpadu dari Markas Bersama Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya.
Menurut Pernyataan No. 16 yang dikeluarkan oleh Tentara Republik Islam Iran, sebanyak 13 drone canggih, termasuk model MQ-9, Hermes, dan Orbiter, berhasil dicegat dan dihancurkan dalam satu hari terakhir.
Unit Drone Angkatan Laut IRGC Luncurkan Serangan Besar ke Pangkalan Udara Al Dhafra
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa unit drone angkatan lautnya melancarkan serangan besar terhadap Pangkalan Udara Al Dhafra pada dini hari tadi.
Menurut Kantor Hubungan Masyarakat IRGC, serangan drone dalam jumlah besar oleh Angkatan Laut IRGC menghantam pangkalan tersebut, yang dianggap sebagai salah satu fasilitas penerbangan terbesar dan paling penting serta pusat komando yang digunakan oleh pasukan Amerika di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Target-target yang dituju dilaporkan berhasil mengenai sasaran.
Dalam serangan tersebut, fasilitas berikut menjadi sasaran:
Pusat komando perang udara AS
Pusat komunikasi satelit
Sistem radar peringatan dini
Instalasi radar pengendali tembakan
Serangan ini menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur militer penting yang digunakan oleh pasukan Amerika di kawasan. (FG)




