IRGC Luncurkan Gelombang ke-40 Operasi “Janji Sejati IV” ke Target AS-Israel
Rudal balistik menghantam Tel Aviv, Haifa, dan pangkalan Amerika di kawasan ketika Iran menyatakan kendali penuh atas Selat Hormuz.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan peluncuran gelombang ke-40 Operasi True Promise IV yang menargetkan posisi militer Israel dan Amerika Serikat di seluruh kawasan.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Hubungan Masyarakat IRGC, fase baru operasi tersebut dilaksanakan dengan sandi “Ya Amir al-Mu’minin (Salam Baginya)”, merujuk kepada Imam Ali.
Serangan tersebut melibatkan peluncuran sejumlah rudal balistik canggih Iran, termasuk:
Qadr
Emad
Kheibar Shekan
Fattah
Rudal-rudal tersebut ditembakkan ke berbagai target strategis, termasuk Tel Aviv, wilayah Al-Quds yang diduduki, Haifa, serta pangkalan militer Amerika di kawasan, termasuk Al-Azraq dan Al-Kharj.
Serangan ini dilakukan dalam koordinasi dengan pasukan Perlawanan Islam, menandai eskalasi lain dalam konfrontasi yang sedang berlangsung.
Iran Menyatakan Kendali atas Selat Hormuz
Pada saat yang sama, Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz berada sepenuhnya di bawah kendali Iran.
Seorang juru bicara markas tersebut menyatakan:
“Selat Hormuz tanpa keraguan berada di bawah pengelolaan Iran dan tetap berada dalam pengawasan terus-menerus tanpa satu pun momen kelalaian.”
Pernyataan tersebut memuji operasi efektif dan berani yang dilakukan oleh pasukan Perlawanan, yang digambarkan sebagai bagian dari kampanye rudal dan drone yang lebih luas yang dilancarkan Iran terhadap pasukan agresor.
IRGC: Amerika dan Sekutunya Tidak Memiliki Hak Melintasi Hormuz
Dalam pernyataan terpisah, IRGC menyatakan bahwa para agresor Amerika dan mitra mereka tidak memiliki hak untuk melintasi Selat Hormuz.
Kantor Hubungan Masyarakat IRGC menyatakan bahwa jalur laut strategis tersebut berada di bawah pengelolaan cerdas dan berkelanjutan dari pasukan Angkatan Laut IRGC.
Menurut pernyataan tersebut, sebelumnya pada hari yang sama kapal kontainer “Expres Room,” milik rezim Zionis yang berlayar di bawah bendera Liberia, dihantam proyektil Iran setelah mengabaikan peringatan berulang yang dikeluarkan oleh pasukan angkatan laut IRGC.
Kapal tersebut dipaksa berhenti setelah serangan tersebut.
Kapal Kedua Disasar Setelah Mengabaikan Peringatan
Kapal kontainer lain, “Mayuree Naree,” juga menjadi sasaran beberapa jam kemudian setelah mengabaikan sinyal peringatan dan tetap bersikeras mencoba melintasi Selat Hormuz secara ilegal.
Pasukan angkatan laut Iran melepaskan tembakan ke arah kapal tersebut sehingga memaksanya untuk berhenti.
IRGC menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap berada di bawah pengawasan ketat pasukan angkatan laut Iran, serta memperingatkan bahwa pasukan Amerika dan sekutunya tidak diizinkan melintasi jalur laut strategis tersebut.
Jalur Laut Strategis di Pusat Konflik
Perkembangan ini menegaskan semakin besarnya pentingnya Selat Hormuz secara strategis, yang merupakan salah satu titik sempit jalur energi paling kritis di dunia.
Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa setiap agresi militer terhadap negara tersebut akan membawa konsekuensi langsung terhadap infrastruktur militer Amerika dan jalur pelayaran strategis di seluruh kawasan.
Serangan rudal terbaru dan tindakan penegakan maritim ini menunjukkan bahwa Teheran siap memperluas cakupan konfrontasi seiring konflik yang terus meningkat. (FG)




