IRGC Puji Suku-suku Iran atas Serangan ke Helikopter Black Hawk AS
Pejuang suku Iran menyerang helikopter Black Hawk AS di wilayah terpencil, menunjukkan persatuan nasional, jangkauan tempur, dan meningkatnya tekanan terhadap pasukan Amerika.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memuji pejuang suku Iran atas keberhasilan mereka menargetkan dan menghantam helikopter Amerika.
Kantor Hubungan Masyarakat IRGC dalam Pernyataan No. 55 Operasi Janji Sejati 4 mengumumkan:
“Suku-suku pemberani tanah air Islam Iran, pada hari ke-35 perang, menampilkan manifestasi kekuatan sejati Iran di medan tempur, jauh di kedalaman wilayah luas negara ini, dalam menghadapi para agresor yang sombong dan bersenjata.”
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa pejuang suku dari Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, serta suku Bakhtiari, secara terpisah berhasil menghantam dua helikopter “Black Hawk” milik AS di wilayah pegunungan terpencil dan sulit dijangkau, jauh dari kehadiran pasukan bersenjata Iran.
Helikopter tersebut dilaporkan telah memasuki wilayah udara Iran sebagai bagian dari misi untuk menyelamatkan pilot pesawat tempur F-35 yang sebelumnya ditembak jatuh.
“Suku-suku terhormat Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad serta Bakhtiari masing-masing secara independen melakukan serangan efektif terhadap dua helikopter ‘Black Hawk’,” demikian isi pernyataan tersebut.
IRGC Apresiasi Suku sebagai Garda Terdepan
IRGC menyampaikan apresiasi kepada para pejuang suku, dengan menyebut mereka sebagai “penjaga pemberani, terhormat, dan selalu menang” yang secara konsisten mempertahankan perbatasan Iran.
“Korps Garda Revolusi Islam menyampaikan terima kasih kepada suku-suku pemberani ini, yang selalu menjadi penjaga yang berani, penuh kebanggaan, dan sukses bagi tanah air Islam,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Persatuan Nasional Gagalkan Target AS dan Israel
Pernyataan tersebut juga mengkritik para musuh Iran, dengan menyatakan bahwa mereka telah meremehkan persatuan dan ketangguhan rakyat Iran.
“Musuh-musuh bodoh dan sombong Republik Islam Iran tidak pernah menyangka akan menghadapi benteng kokoh bangsa Iran. Namun hari ini, mobilisasi penuh seluruh etnis dan lapisan masyarakat dalam membela tanah air Islam, serta tuntutan nasional untuk membalas teroris Amerika dan Zionis, telah membuat musuh yang bodoh itu kebingungan dan terkejut.”
IRGC menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kemenangan sudah dekat.
“Kemenangan akhir yang mulia, dengan bertawakal kepada Allah dan di bawah naungan persatuan nasional, sudah dekat.” (FG)


