IRGC: Raksasa Teknologi Terkait Operasi Pembunuhan adalah Target Sah
Menurut pernyataan tersebut, perusahaan-perusahaan ini memainkan peran sentral dalam mengidentifikasi, melacak, dan memfasilitasi operasi pembunuhan, sehingga terlibat langsung dalam aksi terorisme.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan peringatan tajam dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap perusahaan intelijen dan teknologi yang terkait dengan Amerika Serikat, dengan menyatakan mereka sebagai target sah sebagai respons atas operasi terorisme yang terus berlangsung terhadap Iran.
Dalam Pernyataan No. 51, IRGC menegaskan bahwa Amerika Serikat dan sekutu Israelnya terus melakukan aksi terorisme yang telah menyebabkan gugurnya warga sipil Iran. IRGC menekankan bahwa perusahaan ICT dan kecerdasan buatan asal Amerika menjadi infrastruktur inti dalam perencanaan, pelacakan, dan pelaksanaan operasi pembunuhan.
Menurut pernyataan tersebut, perusahaan-perusahaan ini memainkan peran operasional langsung dalam memungkinkan aktivitas terorisme, termasuk perencanaan, pelacakan, dan pelaksanaan operasi pembunuhan, sehingga sepenuhnya bertanggung jawab atas konsekuensi yang ditimbulkan.
IRGC memperingatkan bahwa mulai saat ini, setiap institusi yang terlibat dalam operasi semacam itu akan diperlakukan sebagai target sah. Para karyawan perusahaan tersebut diminta segera meninggalkan tempat kerja mereka, sementara warga yang tinggal dalam radius satu kilometer dari fasilitas tersebut di seluruh kawasan disarankan untuk mengungsi ke tempat yang aman.
🔹Perusahaan-perusahaan yang disebutkan:
• Cisco
• HP
• Intel
• Oracle
• Microsoft
• Apple
• Google
• Meta
• IBM
• Dell
• Palantir
• Nvidia
• JP Morgan
• Tesla
• GE
• Spire Solutions
• G42
• Boeing
IRGC juga menyatakan bahwa mulai pukul 20:00 waktu Teheran pada Rabu, 1 April, setiap aksi terorisme lanjutan terhadap Iran akan dibalas dengan serangan langsung terhadap unit operasional terkait dari perusahaan-perusahaan tersebut.
Peringatan ini menandai eskalasi signifikan, yang menunjukkan bahwa Iran memperluas definisi medan pertempuran hingga mencakup infrastruktur teknologi yang menopang operasi permusuhan.
Serangan Drone Iran Sasar Infrastruktur Industri Strategis Israel
Dalam perkembangan terpisah, Angkatan Darat Republik Islam Iran mengumumkan serangkaian serangan drone yang menargetkan pusat industri dan komunikasi strategis yang terkait dengan rezim Zionis.
Dalam Pernyataan No. 50, Angkatan Darat mengonfirmasi bahwa drone serang loitering menghantam fasilitas yang terkait dengan Siemens, Telecom, dan AT&T di wilayah Ben Gurion dan Haifa. Lokasi-lokasi tersebut disebut sebagai bagian penting dari jaringan industri-militer rezim, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan, telekomunikasi, dan pengembangan persenjataan.
Para pejabat militer Iran menegaskan bahwa serangan ini dilakukan sebagai respons atas agresi AS-Israel dan merupakan bagian dari operasi berkelanjutan untuk melumpuhkan infrastruktur yang mendukung rezim pendudukan.
“Para pejuang Angkatan Darat Republik Islam Iran tidak akan ragu sedetik pun dalam merespons setiap agresi,” demikian pernyataan tersebut, menegaskan bahwa operasi akan terus berlanjut hingga para pelaku agresi dihukum dan ancaman terhadap Iran dihilangkan. (FG)


