ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Mematikan di Masjid di Pakistan
Sedikitnya 30 jamaah gugur dan lebih dari 130 lainnya terluka setelah serangan terkoordinasi saat salat Jumat di Imam Bargah Khadijat-ul-Kubra
Pakistan | FAKTAGLOBAL.COM — Geng teroris ISIS secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan yang menargetkan sebuah masjid Syiah di ibu kota Pakistan, Islamabad, dalam salah satu serangan paling berdarah terhadap jamaah dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut penjaga Masjid Imam Bargah Khadijat-ul-Kubra, tiga penyerang menyerbu lokasi tersebut saat salat Jumat berlangsung, melukai seorang petugas keamanan setempat sebelum meledakkan bahan peledak berkekuatan besar yang menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai lebih dari 130 lainnya.
Serangan Terkoordinasi Saat Salat Jumat
“Saya berada di rumah dekat Masjid Imam Bargah ketika mendengar suara tembakan,” ujar penjaga masjid, Ishfaq, kepada kantor berita Rusia RIA Novosti.
“Ketika saya berlari menuju masjid, saya mendapati seorang petugas keamanan setempat tergeletak di tanah dalam keadaan terluka. Ia mengatakan bahwa tiga penyerang telah menerobos masuk ke Imam Bargah.”
Ledakan terjadi saat salat sedang berlangsung, menyebabkan korban massal di kalangan jamaah di dalam masjid. Sejumlah korban luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat ketika layanan darurat tiba di lokasi.
Otoritas Pakistan telah meluncurkan penyelidikan terkait jenis ledakan tersebut. Dikonfirmasi bahwa masjid saat itu dijaga oleh petugas keamanan setempat, bukan oleh aparat kepolisian.
Saksi Mata Soroti Masalah Keamanan
Saksi mata, Sardar Suhail Hasan, yang tengah melaksanakan salat Jumat di sebuah masjid Sunni di dekat lokasi, mengatakan bahwa pengamanan di Imam Bargah tampak sangat tidak memadai.
“Langkah-langkah keamanan sangat kurang, dan tidak ada pemeriksaan yang layak di Imam Bargah maupun di sekitar masjid,” ujarnya.
“Saya yakin apa yang terjadi merupakan kegagalan serius kepolisian Islamabad dan otoritas setempat, terutama karena tidak ada pasukan keamanan yang dikerahkan pada waktu yang sangat sensitif seperti ini.”
Menargetkan Tempat Ibadah
Masjid Imam Bargah Khadijat-ul-Kubra merupakan tempat ibadah umat Islam Syiah. Laporan awal menunjukkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan masih akan bertambah, mengingat sejumlah korban berada dalam kondisi kritis.
Menanggapi serangan tersebut, analis politik Seyed Mohammad Marandi menulis di platform X bahwa pengeboman ini kembali mengungkap peran kelompok ekstremis takfiri dalam kekerasan sektarian.
“Sedikitnya 31 Muslim Syiah telah terbunuh dalam sebuah bom bunuh diri di sebuah masjid di Islamabad, Pakistan,” tulisnya.
“Serangan semacam ini kembali menunjukkan bahwa kaum takfiri Salafi dan Wahhabi adalah alat Zionisme.”
Serangan ini kembali memicu kekhawatiran atas pola berkelanjutan kekerasan anti-Syiah di Pakistan, sementara penyelidikan terhadap jaringan operasional di balik serangan tersebut masih berlangsung.
Hizbullah Mengecam ‘Terorisme Takfiri’
Hizbullah dengan tegas mengecam pengeboman tersebut, menyebutnya sebagai tindakan “terorisme takfiri” yang dilakukan saat salat Jumat di Masjid Khadija al-Kubra.
Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah menyatakan serangan itu menunjukkan bahwa ideologi takfiri yang menyimpang—yang digerakkan oleh geng pembunuh haus darah yang mengkafirkan siapa pun yang tidak sejalan dengan mereka—masih menjadi alat berbahaya untuk menyebarkan fitnah, kerusakan, dan ketidakstabilan, serta untuk merongrong keamanan bangsa dan masyarakat.
Gerakan perlawanan itu menegaskan bahwa ideologi ekstremis semacam ini tidak hanya menargetkan satu kelompok, melainkan menyerang siapa pun yang berdiri di pihak kebenaran melawan kebatilan, tanpa memandang agama, jenis kelamin, atau etnis.
Hizbullah menyerukan kerja sama menyeluruh di antara negara-negara Arab dan Islam di bidang keamanan, pendidikan, intelektual, budaya, dan keagamaan guna memberantas ideologi kriminal ini dan menyingkirkan para pelakunya dari masyarakat.
Pernyataan tersebut juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para syuhada, mendoakan rahmat bagi para korban, serta kesembuhan segera bagi para korban luka, seraya menyerukan keamanan dan stabilitas bagi rakyat Pakistan.
Pertanyaan atas Kesiapan Keamanan
Penjaga masjid, Ishfaq, menegaskan bahwa para penyerang berhasil menembus masjid meskipun terdapat petugas keamanan, sehingga memunculkan pertanyaan serius mengenai kesiapan dan perlindungan tempat-tempat ibadah.
Otoritas terus menyelidiki serangan tersebut, sementara Pakistan berduka atas salah satu serangan paling mematikan terhadap warga sipil di ibu kota dalam beberapa tahun terakhir. (FG)


