Israel Bombardir Dahiyeh Beirut, Tewaskan dan Lukai Warga Sipil
Serangan udara Israel menghantam sebuah gedung permukiman di Dahiyeh, Beirut, menewaskan dua warga sipil dan melukai sedikitnya 11 orang berdasarkan data awal.
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM — Jet-jet tempur Israel melancarkan serangan udara terhadap Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut, pada Minggu, dengan menargetkan sebuah gedung permukiman di kawasan Tahwitat al-Ghadir dan menewaskan dua warga sipil.
Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), serangan tersebut menargetkan dua apartemen di kawasan Marjayeh–Tahwitat al-Ghadir. Serangan itu menyebabkan dua orang gugur dan sedikitnya 11 lainnya terluka berdasarkan laporan awal.
Beberapa rudal menghantam gedung tersebut di kawasan padat penduduk, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan pada bangunan-bangunan permukiman di sekitarnya.
Koresponden Al Mayadeen, Abbas Sabbagh, yang melaporkan langsung dari lokasi kejadian menyatakan bahwa tiga dari tujuh lantai gedung mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanan Israel Katz kemudian mengonfirmasi bahwa pasukan Israel memang melancarkan serangan di Dahiyeh, Beirut.
Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah diberi tahu sebelum serangan dilakukan.
Koresponden Kantor Berita IRIB juga melaporkan bahwa bangunan-bangunan permukiman termasuk di antara sasaran yang dihantam dalam serangan Israel tersebut. Ia juga melaporkan adanya peluncuran rudal ke arah wilayah pendudukan di bagian utara setelah serangan berlangsung.
Serangan Terjadi Meski Ada Kesepakatan Gencatan Senjata
Serangan ini terjadi meskipun sebelumnya telah diumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata antara pemerintah Lebanon dan Israel melalui mediasi Amerika Serikat.
Awal bulan ini, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan hasil pembahasan trilateral yang melibatkan perwakilan Amerika Serikat, Lebanon, dan Israel guna memajukan pemahaman terkait gencatan senjata serta pengaturan keamanan di sepanjang perbatasan Lebanon.
Serangan pada Minggu ini juga terjadi setelah serangkaian ancaman Israel terhadap Dahiyeh dalam beberapa hari terakhir, yang memicu kekhawatiran akan kembali meningkatnya eskalasi di front Lebanon.
Serangan Israel terhadap wilayah Lebanon terus berlanjut meskipun terdapat kesepahaman gencatan senjata. Di sisi lain, Perlawanan Islam di Lebanon tetap menegaskan bahwa setiap agresi terhadap Lebanon harus dihadapi dan dicegah.
Iran Sebelumnya Peringatkan Bahaya Serangan ke Dahiyeh
Serangan ini terjadi beberapa hari setelah para pejabat senior Iran memperingatkan Israel agar tidak melakukan agresi terhadap Dahiyeh, Beirut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengecam ancaman terhadap kawasan tersebut dan menyatakan bahwa Teheran telah menyampaikan kepada semua pihak bahwa serangan terhadap Beirut tidak akan ditoleransi.
“Kami telah memberi tahu semua pihak bahwa jika mereka menyerang Beirut, kami tidak akan mentolerirnya,” kata Araghchi, seraya menambahkan bahwa perkembangan di lapangan pada akhirnya akan bergantung pada respons Perlawanan.
Araghchi juga menyatakan bahwa Iran telah sepenuhnya siap untuk menyerang Israel apabila Beirut dan Dahiyeh menjadi sasaran serangan, merujuk pada ancaman Israel yang dilontarkan terhadap kawasan tersebut pada 1 Juni lalu.
Penasihat militer Pemimpin Revolusi Islam, Mohsen Rezaei, juga memperingatkan Israel agar tidak menargetkan Dahiyeh. Ia mengatakan bahwa pasukan rudal telah siap melaksanakan respons pencegahan yang lebih luas apabila diperlukan.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim telah mencegah serangan Israel terhadap Beirut merupakan pengakuan atas keterlibatan langsung Washington dalam agresi yang terus berlangsung. (FG)
Berita ini masih berkembang dan akan diperbarui seiring tersedianya informasi lebih lanjut.



