Israel Bombardir Dahiyeh, Perluas Serangan ke Berbagai Wilayah Lebanon
Pesawat tempur Israel menargetkan sebuah bangunan permukiman di Dahiyeh, Beirut Selatan, sementara serangan udara dan tembakan artileri meluas ke berbagai wilayah Lebanon selatan
LEBANON, FAKTAGLOBAL.COM — Rezim Zionis melancarkan serangan udara baru ke Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut, pada Minggu, memperluas agresinya terhadap Lebanon meskipun sebelumnya telah diumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.
Menurut laporan dari Lebanon, sebuah bangunan permukiman lima lantai di kawasan Ghobeiry, Dahiyeh, menjadi sasaran serangan pesawat tempur Israel.
Koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa sejumlah warga sipil mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) kemudian menyatakan bahwa berdasarkan data awal, satu orang gugur syahid dan empat lainnya terluka. Beberapa media lain melaporkan jumlah korban syahid mencapai tiga orang.
Militer Israel mengklaim bahwa serangan itu menargetkan infrastruktur Hizbullah.
Serangan Terjadi di Tengah Pembicaraan Iran-AS
Serangan terhadap Dahiyeh berlangsung ketika Iran dan Amerika Serikat terus mengisyaratkan bahwa mereka semakin dekat menuju sebuah nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri konflik di berbagai front kawasan, termasuk Lebanon.
Tak lama setelah serangan terjadi, juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, memperingatkan agar ancaman yang ditimbulkan rezim Zionis tidak diremehkan.
Dalam unggahannya di platform X, Rezaei menegaskan bahwa setiap kesepakatan atau pemahaman harus disertai upaya menghadapi agresi Israel.
“Jangan sampai terjadi salah perhitungan. Bahkan jika menginginkan kesepahaman atau perjanjian, jalannya adalah mendisiplinkan rezim Zionis. Jika anjing gila ini tidak dikendalikan, kesepahaman yang belum ditandatangani sekalipun akan menggigit kaki kita sendiri,” tulisnya.
Kembali Menyerang Dahiyeh
Serangan terbaru ini terjadi setelah agresi Israel sebelumnya terhadap Dahiyeh pada 7 Juni, ketika pesawat tempur Israel membombardir kawasan padat penduduk Tahwitat al-Ghadir.
Saat itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan tiga warga gugur syahid dan 20 lainnya terluka, termasuk empat anak-anak dan empat perempuan.
Kantor Berita Nasional Lebanon menyatakan bahwa serangan tersebut secara khusus menargetkan dua apartemen di kawasan Mrayjeh–Tahwitat al-Ghadir.
Serangan Meluas ke Lebanon Selatan
Selain menyerang Beirut, pasukan pendudukan Israel juga melancarkan serangkaian serangan udara dan tembakan artileri ke berbagai wilayah Lebanon selatan pada Minggu.
Pesawat tempur Israel menargetkan kota Haddatha, Hariss, dan Froun di Distrik Bint Jbeil. Serangan udara lainnya menghantam kota Al-Rihan di Distrik Jezzine.
Di Distrik Nabatieh, serangan Israel menargetkan Al-Dweir, Kfar Tibnit, dan Nabatieh al-Fawqa, sementara penembakan kembali dilakukan terhadap Kota Nabatieh.
Di Distrik Tyre, pesawat Israel membombardir Deir Qanoun al-Nahr, pinggiran Al-Abbassiyah, serta kawasan Al-Hawsh. Tembakan artileri juga dilaporkan menghantam Majdal Zoun.
Serangan-serangan tersebut menyusul agresi serupa yang dilakukan Israel pada 13 Juni terhadap sejumlah kota dan desa di Distrik Jezzine, Nabatieh, Tyre, dan Marjayoun.
Perundingan Lebanon-Israel Dilanjutkan 22 Juni
Eskalasi terbaru ini terjadi menjelang dimulainya kembali perundingan antara Lebanon dan Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni dengan mediasi Amerika Serikat.
Pada Jumat lalu, anggota parlemen Hizbullah Hassan Fadlallah dari Blok Loyalitas kepada Perlawanan menyatakan bahwa setiap kesepakatan yang dicapai antara Iran dan Amerika Serikat akan memiliki dampak langsung terhadap Lebanon.
Ia menegaskan bahwa Iran akan berupaya memastikan isu Lebanon menjadi bagian dari setiap pengaturan regional dan menyebut hal tersebut sebagai sumber kekuatan bagi Lebanon dalam menghadapi agresi Israel yang terus berlanjut.
Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun kembali menegaskan komitmennya untuk melanjutkan perundingan langsung dengan Israel meskipun menghadapi berbagai tekanan.
“Kami akan terus melanjutkan jalan ini hingga mencapai hasil akhirnya, demi kepentingan bangsa kami,” ujar Aoun. (PW)


